Jelaskan Kematian Pada Anak, Berat Tapi Harus Dilakukan

Mereka kerap kebingungan dengan situasi yang dihadapi.

Mutia
| 31 Oktober 2018 14:11

Dream - Jatuhnya pesawat Lion Air JT610 tentu menimbulkan duka dan trauma bagi keluarga korban. Bagi orang dewasa, peristiwa tragis dan kematian seperti ini, merupakan hal yang sangat berat.

Begitu juga bagi anak-anak, mereka kerap kebingungan dengan situasi yang dihadapi. Banyak orang datang berwajah sedih, memberi pelukan tapi hanya sedikit yang bisa memberi pengertian.

Menjelaskan soal kematian pada anak memang berat, tapi tetap harus dilakukan. Menurut dosen dan juga psikolog Universitas Indonesia Bona Sardo Hutahaean, untuk memberi pengertian tentang kematian anggota keluarga pada anak, dibutuhkan kestabilan emosi.

" Keluarga bisa memberikan semacam perumpamaan atau kiasan-kiasan yang masih bisa disesuaikan dengan dunia anak- anak. Supaya mereka juga masih berpikir bahwa orangtua saya atau anggota keluarga saya memang pergi dan tidak akan kembali," ujar Bona kepada Health Liputan6.com.

Untuk melakukan ini, keluarga butuh tahu tentang latar belakang dari anak dan keluarga itu sendiri. Salah satu yang bisa dilakukan adalah memperkenalkan konsep kematian dengan surga.

" (Misalnya) papa atau mama itu pergi ke surga dan di surga itu tempatnya tidak kelihatan. Kadang-kadang munculnya dalam alam mimpi. Seperti itu," kata Bona menjelaskan.

Hal tersebut memang tak mudah dilakukan. Bona mengatakan, butuh kestabilan emosi dari mereka yang akan menceritakan tentang kejadian tersebut pada anak.

" Itupun juga tidak sederhana. Dalam konteks ini kan keluarga juga masih emosional," ujarnya.

Selain itu, umur juga mempengaruhi apabila keluarga ingin memberitahukan tentang kematian anggota keluarga pada anak. Misalnya, memberitahukan tentang konsep surga bisa dilakukan ketika anak secara kognitif sudah baik.

" Tapi kalau belum ya beritahu saja bahwa orangtuanya pergi, tapi tidak kembali," tambah Bona.

Apabila anak merasa rindu. Keluarga bisa mengajaknya untuk mengenang atau " menemui" mereka lewat pusara yang ada.

Sumber: Giovani Dio Prasasti/ Liputan6.com

Topik Terkait :

Bayar Tiket Bus Pakai Sampah Plastik di Surabaya

Jangan Lewatkan