Jangan Langsung Pisahkan Anak Saat Bertengkar, Ini Alasannya

Pada sebagian besar perselisihan merupakan saat yang tepat untuk membiarkan anak-anak belajar.

Mutia
| 6 November 2018 14:10

Dream - Membiarkan anak-anak bermain dengan sepupu-sepupunya atau anak yang usianya tak berjauhan sangat penting dilakukan. Saat bermain bersama, mereka akan belajar banyak hal.

Salah satunya belajar menghadapi konflik dan mencari solusi. Pertengkaran jadi momen belajar yang mengarahkan anak-anak untuk mengasah empati dan mengembangkan keterampilan sosialnya.

Misalnya dengan bermain bergantian, mendengar pendapat orang lain atau terlibat dalam konflik.

" Untuk itu tak perlu langsung mengintervensi dengan memisahkan anak jika bertengkar dengan saudara atau temannya. Diam dulu dan perhatikan, jika tak ada bullying atau yang terluka, biarkan anak-anak menyelesaikan konfliknya sendiri," ujar Holly Schiffrin, seorang profesor psikologi di University of Mary Washington, seperti dikutip dari Fatherly.

Menurut Schiffrin, pada sebagian besar perselisihan merupakan saat yang tepat untuk membiarkan anak-anak belajar membangun keterampilan emosi yang lebih besar. Mencari solusi yang tepat juga dibutuhkan latihan. Melalui konflik tersebut lah anak-anak berlatih.

" Saat pertengkaran semakin memburuk, orangtua bisa menengahi tapi bukan langsung memberi solusi. Tanyakan pada anak apa yang ingin mereka lakukan, terus bertengkar atau bermain bersama, minta mereka bercerita masing-masing dan membuat pilihan resolusi," kata Schiffrin.

Bantu anak menghasilkan resolusi. Ajukan pertanyaan seperti, apa yang bisa dilakukan agar pertengkaran berakhir? Atau apa yang bisa Anda lakukan yang adil bagi semua orang?

Lakukan dengan resolusi mereka jika itu masuk akal tapi jangan memaksakan solusi Anda sendiri. Setelah selesai, biarkan anak kembali bermain.

Topik Terkait :

Bertemu PM Jepang, Indonesia Berminat Kembangkan Mobil Listrik

Jangan Lewatkan