Jangan Bikin Kakak Adik Miliki Hubungan yang Tak Sehat

Buatlah hubungan yang positif bukan memancing persaingan sengit dengan membanding-bandingkan.

Mutia Nugraheni
| 31 Oktober 2017 15:59

Dream - Dalam tiap fase perkembangan anak, selalu ada tantangan tersendiri. Terutama jika menghadapi interaksi sosial dengan saudara kandung. Kakak dan adik kadang akur namun seringkali berkonflik.

Ada baiknya Anda membiarkan mereka untuk saling berinteraksi dan memberi kesempatan untuk menyelesaikan konflik mereka sendiri. Untuk si kakak sesekali ia menyadari perannya sebagai yang tertua dan bertugas melindungi adiknya.

Muncul juga situasi di mana si kakak tak mau lagi mengalah dan ingin bersikap sewajarnya anak-anak. Begitu juga si adik yang tak mau dianggap sebagai yang paling kecil dan ingin melakukan hal yang dilakukan kakaknya.

Kondisi ini sebenarnya melatih anak-anak untuk berempat, membaca situasi dan belajar menangani konflik. Konflik bisa diatasi dengan hubungan yang sehat, dan hal tersebut bisa terbentuk jika sebagai orangtua kita mampu membangun relasi yang positif pada anak-anak. Bukan persaingan sengit yang malah menimbulkan rasa iri.

Nah, agar hubungan kakak dan adik di rumah selalu dalam konidisi baik dan sehat secara psikologis, coba terapkan lima hal ini di rumah.

1. Hargai batasan
Memiliki saudara berarti memiliki teman, orang kepercayaan, dan penasehat. Namun, bukan berarti mereka harus terus menempel bersama-sama. Ajarkan anak untuk dapat menghargai batasan-batasan tertentu. Beri waktu mereka berdua untuk terpisah sementara dan menjalani aktivitasnya. Dengan begitu, anak akan mengerti bagaimana menghargai batasan di kala sudah dewasa nanti.

2. Jangan paksa untuk berbagi
Terkadang, orangtua memaksa sang kakak untuk berbagi kepada adiknya. Namun sebenarnya, bayi tidak terlalu mempermasalahkan ketika sang kakak merebut mainannya. Ketika sang kakak diberikan kesempatan untuk menguasai teritorinya, ia akan merasa lebih tidak terancam oleh sang adik.

3. Fokus pada perasaan
Posisikan anda sebagai anak. Pahami perasaan mereka, seolah-olah Anda mengalaminya. Hal ini akan mengurangi kebiasaan kita yang selalu menyalahkan salah satu pihak. Jangan selalu membela adik kecil atau meminta kakak mengalah. Bersikaplah secara adil pada keduanya dan jangan menyudutkan salah satunya.

4. Jangan membandingkan
Dibanding-bandingkan dengan orang lain merupakan hal terburuk yang dirasakan oleh setiap orang, terutama anak-anak. Untuk itu, posisikan Anda sebagai orang tua yang netral dan berhati-hati untuk tidak membanding-bandingkan perilaku anak-anak Anda.

5. Adil tak selalu sama
Konsep adil sebenarnya berarti bahwa setiap orang mendapatkan apa yang mereka inginkan dan butuhkan, bukannya mendapat sesuatu yang sama secara bersamaan. Bayi membutuhkan wujud kasih sayang dan perlakuan yang berbeda dibanding balita dan anak sekolah.

Ajarkan sang kakak untuk memahami konsep tersebut, sehingga ia paham bahwa memang ada perbedaan kebutuhan diantaranya dan sang adik. Hal ini dapat dilakukan untuk mencegah adanya iri hati antara saudara.


Laporan Annisa Mutiara

Sumber: Parents

Topik Terkait :

Terlahir Tuli, Anak Ray Sahetapy Lulus Cum Laude di New York

Jangan Lewatkan