Islam Ajarkan Menebar Kasih Sayang untuk Anak Yatim, Ini Caranya

Momentum lebaran anak yatim di bulan Muharram insyaallah akan membawa keberkahan.

Mutia Nugraheni
| 29 Agustus 2020 10:18

Dream - Bulan Muharram kerap dijadikan momentum bagi setiap muslim dan muslimah untuk membagi kasih sayang kepada anak yatim piatu. Sebagai orangtua, kita juga penting mengajarkan buah hati untuk melihat sekitarnya, terutama anak seusianya yang kurang beruntung dan kehilangan orangtua.

Tepat 10 Muharram merupakan Idul Yatama atau sering disebut Lebaran Anak Yatim. Setiap umat muslim dianjurkan untuk berbagi dengan anak yatim. Bukan hanya harta, tapi juga kasih sayang.

Dikutip dari DalamIslam.com, anak yatim merupakan anak yang ditinggal mati oleh ayahnya sebelum memasuki usia baligh. Batas usia anak yatim yang berhak menerima santunan adalah hingga akil Baligh.

Lalu bagaimana cara menyantuninya? Sahabat Dream bisa melakukan tiga hal ini

1. Mengusap Kepalanya

 Usap kepala anak yatim HR Ahmad


Artinya: “ Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang laki-laki yang mengadukan kekerasan hatinya kepada Rasulullah saw, maka beliau bersabda: ‘Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin.’” [HR. Ahmad dengan perawi shahih].

Mengusap kepala anak yatim dan memberi makan orang miskin mempunyai pengaruh yang sangat baik pada diri seseorang, yaitu dapat melembutkan hati yang keras. Dalam praktiknya, kedua hal tersebut harus dilakukan dengan penuh ketulusan bukan dibuat-buat. Mengusap kepala anak yatim adalah simbol atau cara menunjukkan empati dan kasih sayang, bukan ritual yang harus dilakukan.

 

Selanjutnya :

2. Memberi Pakaian dan sebagian harta

Insiden Menyakitkan Mahkota Mrs Sri Lanka Dicopot Paksa

Jangan Lewatkan