Intip Penerapan Sistem Sekolah Tatap Muka Jepang Saat Pandemi

Jendela tetap terbuka untuk ventilasi, baik itu musim panas atau musim dingin.

Mutia Nugraheni
| 4 Oktober 2021 10:07

Tak Mudah tapi Harus Dilakukan

Meja kelas ditempatkan terpisah 1 meter satu sama lain. Setiap kegiatan kelompok atau kolaborasi kelompok dibatasi dan diganti tugas individu. Masker harus dipakai setiap saat saat di sekolah.

Para murid juga wajib merentangkan tangan untuk menghindari kontak fisik. Para murid juga diinstruksikan untuk menghabiskan waktu di dalam ruangan daripada bermain di luar antar kelas, untuk menjaga jarak dan keheningan.

Siswa juga dilarang bernyanyi dengan suara keras dan menggunakan seruling atau alat musik lain yang melibatkan mulut. Sebaliknya, mereka harus bertepuk tangan, menginjak, dan menggunakan drum dan alat musik petik saja.

Ini tidak berarti bahwa segala sesuatunya lebih mudah bagi guru dan siswa. "Ini benar-benar melelahkan," kata seorang guru kepada Japan Times.

Dengan jumlah 760 murid, menerapkan hal tersebut tentu bukan hal mudah. Kadang anak usia SD juga tak bisa menuruti aturan yang diterapkan. Jepang juga kerap menghadapi gelombang Covid-19 naik turun yang membuat sekolah ditutup lalu dibuka kembali.

Selanjutnya :

Bermunculan Kluster Covid-19 di Sekolah, Dokter Beri Kritikan Pedas

Dreamitie Online Meet Up

Jangan Lewatkan