Hukum Membatalkan Salat Saat Anak Menangis

Tak perlu bingung saat si kecil menangis dan kita sedang dalam keadaan salat.

Mutia Nugraheni
| 15 Mei 2019 16:04

Dream - Salat tentunya jadi kewajiban seorang muslim dan muslimah. Pada bulan Ramadan seperti sekarang ini, kita juga dianjurkan untuk beribadah salat tarawih. Bagi para ibu yang masih memiliki bayi atau anak balita kerap kebingungan.

Pasalnya, tak bisa meninggalkan anak di rumah sendiri untuk salat tarawih berjamaah. Sementara saat sedang salat sendiri di rumah, tiba-tiba si anak menangis. Dikutip dari Konsultasi Syariah, pada prinsipnya orang boleh membatalkan saalat karena udzur terkait keselamatan diri sendiri, harta, atau orang lain, dan terkait kekhusyuan salat, seperti membatalkan salat karena keinginan untuk buang hajat.

Sementara untuk ancaman yg bisa diatasi tanpa harus membatalkan shalat, maka kita tidak perlu membatalkan shalat. Dalam Fatwa Islam dinyatakan, jika ada anak yang menangis, dan tidak memungkinkan untuk didiamkan orang tuanya ketika salat jamaah, maka boleh bagi ortunya membatalkan salat untuk mendiamkan anaknya.

Alasannya, dikhawatirkan tangisan itu disebabkan sesuatu yang membahayakan diri anak, serta dikhawatirkan akan mengganggu kekhusyuan salat. Kemudian, jika salatnya hampir selesai dan memungkinkan untuk membiarkan anak menangis hingga salat selesai, maka sebaiknya tidak dibatalkan.

Juga dianjurkan bagi imam untuk tidak memperlama shalatnya, jika ada kejadian yang membuat makmum harus segera menyelesaikan salatnya. Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Ini Definisi Standar Kilogram Baru Yang Ditetapkan BSN

Jangan Lewatkan