Hukum Islam Bagi Suami Istri yang Menunda Punya Anak

Tidak dilarang sepanjang cara dan tujuannya adalah pengaturan kehamilan.

Mutia Nugraheni
| 10 September 2021 10:02

Dream - Beberapa pasangan suami istri memilih untuk menunda memiliki anak. Penyebabnya cukup beragam, bisa karena faktor ekonomi, kesehatan, karier atau mungkin kondisi pandemi seperti sekarang.

Lalu bagaimana hukumnya dalam Islam jika suami istri menunda kehadiran buah hati? Dikutip dari TebuIrengOnline, secara umum, para ulama sependapat bahwa hukum menunda kehamilan tidak dilarang sepanjang cara dan tujuannya adalah pengaturan kehamilan (tandhiim an-nasl) dan bukan pembatasan keturunan (tachdiid an-nasl).

Hal ini didasarkan pada makna firman Allah SWT dalam surah An-Nisa’ ayat 9: “ Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka..”.

Juga hadis shahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda (yang maknanya): “ Sungguh lebih baik bagimu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan daripada meninggalkan mereka menjadi beban tanggungan orang banyak” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Dalam masalah penundaan kehamilan atau Keluarga Berenca (KB) adalah masalah mu’amalah sosial (interaksi kemasyrakatan) dan bukan masalah masalah ibadah ritual. Hal-hal yang berkaitan dengan mu’amalah sosial berada di bawah payung kaidah fiqhiyyah yang amat populer, yaitu al-ashlu fil asy-yaa’ al ibaachah, chattaa yadullu ‘alattahriim (pada dasarnya segala sesuatu itu hukumnya boleh kalau tidak ada dalil yang melarangnya).

 

Selanjutnya :

Hukum Asalnya Makruh

Topik Terkait :

Tukul Arwana Sempat Menggunakan Alat Bantu Nafas

Jangan Lewatkan