Hari Perempuan, Fotografer Soroti Ibu Saat di 'Ujung Tanduk'

Para ibu melahirkan dalam kondisi yang sangat miris dan risiko kematian di depan mata.

Mutia
| 8 Maret 2018 16:05

Dream - International Women's Day jatuh pada hari ini Kamis, 8 Maret 2018. Gerakan yang bermula dari penuntutan persamaan hak oleh kaum perempuan melalui Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) pada 1909, berlanjut hingga hari ini.

Lynsey Addario, seorang fotografer perang perempuan, yang sudah menjelajah berbagai daerah konflik di dunia punya cara sendiri memperingati International Women's Day. Ibu satu putra ini menyoroti angka kematian ibu yang masih sangat tinggi di negara-negara dunia ketiga.

 

A post shared by Lynsey Addario (@lynseyaddario) on

Dalam akun Instagramnya, Lynsey memposting sejumlah foto jepretannya yang menampilkan para ibu jelang persalinan. Ibu-ibu tersebut tak bisa mendapat perawatan medis yang layak.
Saat berjuang menghadirkan manusia lain di dunia, nyawa para ibu justru berada di 'ujung tanduk. Lynsey menyebut momen tersebut sebagai 'their darkest hours'.

"In honor of International Women's Day tomorrow I pay tribute to all the brave and incredible women I have photographed in some of their darkest hours. This work documents maternal
mortality," tulis Lynsey dalam akun Instagramnya.

Foto jepretan Lynsey

(Instagram Lynsey Addario)

Angka kematian ibu memang jadi isu yang mendunia. Pada beberapa negara, terutama di daerah perang dan konflik, kondisi ibu saat bersalin sangat mengkhawatirkan. Tak ada tenaga
medis, apalagi peralatan yang memadai.

Mereka melahirkan dalam kondisi yang sangat miris dan risiko kematian di depan mata. Seperti dalam jepretan lensa Lynsey.

Topik Terkait :

Alasan Jessica Mila Putus Dengan Mischa Chandrawinata

Jangan Lewatkan