Hadapi Anak Laki-laki yang Sensitif, Ini Triknya

Biasanya mereka lebih suka bermain di tempat yang tenang dan sangat tak suka perubahan

Mutia Nugraheni
| 31 Oktober 2017 09:51

Dream - Tiap anak memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Sebagai orangtua, Anda memang harus pintar-pintar membaca karakter demi melakukan pendekatan dengannya. Ada anak- anak yang butuh usaha ekstra untuk menghadapinya, salah satunya yaitu anak-anak yang sensitif.

Anak yang sensitif terlahir dengan sistem saraf yang sangat peka. Mereka merasakan segalanya secara mendalam baik itu rasa sakit, cinta, kesedihan, sukacita. Anak-anak ini mungkin akan
sangat kesal karena hal kecil, seperti karena jahitan gatal pada kaus kaki, karena kotoran yang menempel di sepatunya dan hal lain yang mungkin terlihat remeh.

" Mereka juga cenderung sensitif terhadap aroma dan sangat memperhatikan perubahan lingkungannya. Ketika melihat penderitaan orang lain, anak-anak ini bisa sangat berempati hingga sangat menyiksa bagi mereka. Biasanya anak-anak ini memiliki kehidupan batin yang kaya dan sering mengajukan pertanyaan mendalam penuh makna," ujar Ted Zeff, seorang psikolog dan penulis buku The Strong Sensitive Boy, seperti dikutip dari Motherly.

Pada anak yang sensitif, biasanya mereka lebih suka bermain di tempat yang tenang dan sangat tak suka perubahan rutinitas. Mungkin sebagai orangtua Anda akan lebih menganggap wajar jika sifat sensitif ini ada pada anak perempuan. Namun faktanya, anak laki-laki juga banyak yang memiliki kepribadian yang sensitif.

" Menghadapi anak lelaki yang sensitif merupakan tantangan tersendiri. Apalagi masyarakat kebanyakan menganggap sifat ini merupakan sifat perempuan. Padahal tak demikian," ujar Zeff.

Apabila anak lelaki Anda termasuk memiliki kepribadian yang sensitif, jangan langsung merendahkannya. Justru hal itu adalah kelebihannya, ia bisa lebih peka dan memiliki empati tinggi.

Orangtua hanya perlu mengajarinya mengolah emosi. Trik ini bisa diterapkan.

- Tarik napas panjang
Saat kesal karena hal kecil atau emosinya meledak, pastikan si kecil sudah bisa menarik napas panjang lewat hidung dan membuangnya lewat mulut. Teknik pernapasan dasar ini sangat
efektif dan mudah untuk menurunkan level emosi. Membuat makin banyak oksigen masuk ke otak dan membuat seseorang berpikir lebih banyak sebelum meluapkan emosinya.

- Buat batasan
Anak yang sensitif juga cenderung perfeksionis dan mudah terganggu. Untuk itu latih anak bahwa semua yang dilakukannya tak mungkin berjalan sempurna. Ia kadang harus menerima hasil yang tak memuaskan, gagal dan kecewa dan itu merupakan hal wajar. Ajari anak untuk membuat batasan ekspektasi.

- Jangan pernah membandingkan
Jangan pernah mengucapkan hal yang membandingkan anak dengan saudaranya atau orang lain. Ingat, anak memiliki keunikan sendiri. Membandingkan sifat apalagi membuat komentar
negatif hanya akan menjatuhkan mentalnya.

Topik Terkait :

BULAN PENUH BERKAH, AKU CINTA RAMADHAN | KEPOIN LIDA ZOZI

Jangan Lewatkan