Gejala Ini Pertanda Jelas Adanya Depresi Pasca Melahirkan

Segera berkonsultasi jika terus menerus mengalami hal ini.

Mutia Nugraheni
| 3 Juli 2018 10:05

Dream - Kondisi psikologis dan mental ibu setelah melahirkan tak boleh dianggap sepele. Hal ini karena perubahan hormon yang drastis lalu rutinitas yang sangat berbeda dari sebelumnya, membuat ibu sangat berisiko mengalami depresi hebat atau dikenal dengan baby blues syndrome.

Depresi pasca melahirkan tersebut bisa dipicu banyak hal. Seperti kondisi hormon, lingkungan yang tak mendukung atau kurangnya komunikasi dengan pasangan. Sebuah penelitian mengungkap gejala yang sangat jelas yang dialami oleh seorang ibu dengan baby blues syndrome.

Diketahui, kemarahan yang terus-menerus jadi pertanda yang utama adanya depresi pascamelahirkan. Penelitian ini dilakukan tim dari British Columbia University.

" Ada bukti yang mengindikasikan kalau kemarahan yang terus terjadi akan meningkatkan intensitas depresi. Kondisi ini akan berdampak buruk pada ibu, anak dan seluruh keluarga," ujar Christine Ou, kepala penelitian.

Penelitian dilakukan dengan menganalisis data terkait depresi pasca melahirkan selama lebih dari 25 tahun. Juga diketahui perasaan tak berguna yang muncul, lalu adanya ketidaksesuaian antara ekspektasi dan realita membuat seorang ibu menjadi marah terhadap dirinya sendiri dan berujung pada depresi.

" Ibu pada awalnya mungkin akan merasa kecewa kalau apa yang mereka bayangkan tak sesuai dengan realita, belum lagi penghakiman dari lingkungan, pasangan yang tidak membantu, luka nyeri pasca melahirkan, semuanya 'menyumbang' kondisi depresi pada ibu," ungkap Ou.

Jadi bagi para ibu yang mengalami kemarahan luar biasa, disertai perasaan tak percaya diri dan tak berguna, setelah melahirkan, cobalah untuk berkonsultasi. Bisa memulainya dengan menceritakan dengan dokter kandungan atau bisa langsung dengan psikolog.

Sumber: PopSugar

Topik Terkait :

4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian

Jangan Lewatkan