Gejala Autisme Bisa Terlihat Saat Anak Main 'Ciluk-Ba'

Jika khawatir tentang kecenderungan perilaku anak, lebih baik bertindak lebih cepat daripada terlambat.

Mutia Nugraheni
| 13 Agustus 2018 18:12

Dream - Autisme atau autism spectrum disorder (ASD) pada anak, seringkali terlambat diketahui. Hal ini karena banyak orangtua menganggap keterlamabatan anak dalam berkomunikasi dan bersosialisasi hanya masalah biasa dan bakal teratasi seiring pertambahan usia.

Pemeriksaan lebih lanjut baru dilakukan saat terdapat masalah yang cukup besar dan saat usia anak terus bertambah. Padahal semakin cepat ASD diketahui semakin baik, dalam artian terapi dan pengobatan bisa dilakukan lebih cepat agar bisa menekan gejala-gejalanya.

" Mengidentifikasi pola perkembangan perilaku yang nantinya dapat dikaitkan dengan ASD adalah penting, karena ini akan memungkinkan dokter untuk menawarkan intervensi lebih awal," ujar Dr. Sarah Lloyd-Fox, dari University of London, Inggris yang melakukan penelitian seputar deteksi ASD.

Tim peneliti dari University of London melakukan dua pendekatan untuk mendeteksi ASD pada seorang anak. Cara pertama yaitu menggunakan stimulus non-sosial dengan mengukur gelombang otak pada anak usia kurang dari 6 bulan.

Jika hasilnya gelombang aktivitas sangat rendah saat anak dibeei stimulus sosial bisa jadi indikasi ASD. Stimulus sosial ini bisa berupa permainan, salah satunya permainan ciluk-ba.

" Meskipun tidak segera menandakan tanda-tanda awal autisme, tapi bisa menunjukkan bagaimana reaksi seorang anak saat kemampuan sosial dan interaksinya mulai berkembang," ungkap Fox.

Fox juga mengingatkan pada para orangtua, jika khawatir tentang kecenderungan perilaku anak, lebih baik bertindak lebih cepat daripada terlambat. Dengan mampu mengidentifikasi lebih awal, penangangan dan terapi dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup dan pendidikan anak.

Sumber: Cafemom

Topik Terkait :

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie

Jangan Lewatkan