Gading-Gisel Cerai, Sang Putri yang Paling Terluka

Gempita, putri satu-satunya yang masih balita harus melewati kenyataan pahit tersebut.

Mutia Nugraheni
| 23 November 2018 16:42

Dream - Tak ada perceraian yang tidak meninggalkan luka. Siapa yang paling terluka? Tentunya buah hati tercinta. Perceraian bukan hanya mengubah hubungan antara suami dan istri tapi juga membawa dampak jangka panjang bagi anak.

Seperti kabar menyedihkan dari keluarga Gading Marten dan Gisella Anastasia. Mereka memutuskan bercerai setalah menikah 5 tahun. Gempita, putri satu-satunya yang masih balita harus melewati kenyataan pahit tersebut.

" Proses transisi dari yang biasanya ayah dan ibu selalu ada di rumah, lalu mereka tak lagi merasakannya. Ada kebingungan tapi segan untuk bertanya. Hal ini pasti berdampak pada psikologisnya," ujar Jennifer Wolf, dari The Parent Coaching Institute, dikutip dari LiveAbout.

Penjelasan, sepahit apapun itu merupakan 'utang' dari orangtua yang bercerai. Menjelaskan pada anak-anak sesuai usianya bahwa keputusan dibuat demi kebaikan semua pihak.

" Ayah dan ibu yang bercerai harus memberi penjelasan kalau perceraian terjadi bukan karena anak-anak. Tapi karena masalah orangtua sendiri. Jangan sampai membuat anak merasa bersalah dan bingung tanpa penjelasan," ungkap Wolf.

Hindari membuat perceraian semacam topik " terlarang" juga. Justru dengan adanya pertanyaan " Mengapa?" atau " Apakah ayah/ bunda mencoba untuk menyelesaikannya?" , pertanda anak sudah mengerti konsep perpisahan.

Tidak peduli betapa perceraian dianggap sebagai keputusan paling logis, anak nantinya akan melihat kehidupan keluarga dari sudut yang berbeda. " Ketahuilah bahwa bercerai akan merusak visi anak-anak tentang keluarga. Ini akan menimbulkan luka bagi mereka dan efeknya jangka panjang," ungkap Wolf.

Rexona Brightest Squad Hunt 2020 - Coaching Class - 24 November 2020

Jangan Lewatkan