Dua Siswa Ini Berani Turunkan Iklan Rokok di Sekitar Sekolah

Iklan-iklan tersebut seakan mengajak anak-anak untuk mencoba dan membeli rokok batangan.

Maulana Kautsar
| 24 Februari 2017 18:01

Dream - Iklan rokok kini mulai menyasar siswa-siswa sekolah. Sejumlah spanduk dan banner yang berisi merek rokok dengan detail harganya dipasang di warung-warung sekitar sekolah. Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan.

Iklan-iklan tersebut seakan mengajak anak-anak untuk mencoba dan membeli rokok batangan dengan harga terjangkau menggunakan uang jajan mereka. Laporan dari Yayasan Lentera Anak, juga mengungkap kalau memang produsen rokok ternama kini menargetkan anak-anak sekolah untuk menjadi konsumennya.

Demi menangkal hal tersebut Yayasan Lentera Anak, mengajak 90 sekolah di Padang, Mataram, Bekasi, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bogor untuk memberi pemahaman mengenai bahaya rokok dengan kampanye " Tolak Jadi Target" .

Kampanye ini mengajak anak-anak sekolah untuk aktif terlibat dalam menurunkan banner dan spanduk iklan rokok di warung sekitar sekolah mereka. Semangat itu membawa Muhammad Rifkiel Hafizh. Siswa kelas XI SMK N 1 Cibinong, Kabupaten Bogor itu menginisiasi kawan-kawannya untuk peduli pada bahaya rokok.

Ia berinisiatif membentuk Tim Sekolah Kawasan Tanpa Rokok (SKTR). Tim itu berjumlah 25 orang yang terdiri dari kelas X dan XI. Mereka tak hanya bersosialisasi bahaya rokok tapi juga turut dalam aksi melepas spanduk iklan rokok yang ada di warung sekitar sekolah.

" Ketika pembagian rapot kami mengadakan aksi kreatif untuk mencari dukungan orangtua siswa. Kami mencetak spanduk dan banner dan memberi kampanye setelah upacara untuk tidak merokok," kata Rifkiel, di Jakarta Pusat, Kamis, 23 Februari 2017.

Kisah lain juga dirasakan Putri Lestari. Dia bersama ratusan siswa SMP 17 Kota Bekasi sempat mengalami kesulitan mengganti spanduk iklan rokok. Penolakan dari pihak warung sempat dirasakannya. Beberapa warung menolak diganti spanduknya lantaran sudah terikat kontrak dengan merek rokok.

Tetapi, dia dan kawan-kawan tetap menjalankam misinya. " Kami mendata iklan dan spanduk rokok di lingkungan sekolah dan sosialisasi di tingkat RT/RW hingga tingkat Wali Kota," kata Putri.

Usaha Putri dan Rifkiel, diapresiasi oleh pihak sekolah. Iyan Tardiaya, guru SMK N 1 Cibinong, mengaku usaha Rifkiel menyadarkan bahaya rokok adalah usaha menyelamatkan generasi emas bangsa.

" Pendekatan semacam ini harus berlanjut dan perlu proses karena kita tak bisa melawan industri rokok sendirian," kata Iyan.

 

Eksklusif! Megan Domani dan Jeremie Moeremans Patuh 3M

Jangan Lewatkan