Depresi Saat Jadi Orangtua, Siapa yang Paling Berisiko?

Rasa kekhawatiran orangtua terhadap anak terus terjadi, hingga anaknya menikah dan punya cucu.

Mutia Nugraheni
| 20 Februari 2018 13:57

Dream - Menjadi orangtua bukan semata-mata menjalankan tugas memenuhi kebutuhan anak-anak. Lebih dari itu, butuh komitmen dan tanggung jawab agar bisa membesarkan buah hati dengan baik.

Setiap orangtua tentu ingin memiliki anak-anak dengan pribadi tangguh serta sikap dan pemikiran yang matang. Tapi proses membesarkan dan merawat anak tak semudah yang dibayangkan. Konflik selalu muncul, belum lagi masalah eksternal yang seringkali memicu rasa stres pada orangtua bahkan bisa menjadi depresi.

Sebuah studi dilakukan oleh Profesor Robin Simon dari Florida State University dan Ranae Evenson dari Vanderbilt University's Ranae Evenson dilakukan untuk mencari tahu level stres dan depresi yang dialami para orangtua. Ada beberapa kesimpulan penting dari penelitian tersebut.

Yaitu, beberapa orangtua memang memiliki level stres yang lebih tinggi dibanding orangtua lainnya. Mereka yang memiliki gejala depresi lebih tinggi yaitu, orangtua yang masih tinggal bersama dengan anaknya yang sudah dewasa, dan orangtua yang punya anak dewasa tapi tak tinggal bersamanya.

Level depresi yang tinggi juga dialami mereka yang kehilangan hak asuh pada anak-anaknya yang masih kecil. Meski demikian, level stres orangtua memang sangat tinggi dan siapapun yang menjadi orangtua akan mengalaminya.

" Hal yang mengejutkan adalah temuan bahwa gejala ini tidak hilang saat anak-anak tumbuh dan keluar rumah. Orangtua masih terus khawatir tentang anak-anak mereka dan bagaimana mereka bergaul di dunia sepanjang hidup mereka, sejak bayi hingga anaknya bekerja dan menikah," ungkap Simon, seperti dikutip dari Verywell.

Penelitian ini menurut Evenson, bukan berarti orangtua tidak menikmati peran mereka mengasuh anak-anak. Tapi menunjukkan kalau toleransi emosional untuk mengasuh anak memang sangat tinggi.

Topik Terkait :

Ibunda Amanda Manopo Dibawa Ambulan karena Covid-19

Jangan Lewatkan