Dalam Islam, Bolehkah Punya Anak Kesayangan?

Fitrah orangtua adalah mencintai anak-anaknya.

Mutia Nugraheni
| 1 Februari 2019 18:10

Dream - Memiliki buah hati tentunya merupakan rezeki dan berkah dari Allah SWT. Sebagai orangtua kita wajib mengasihi, menyayangi dan mendidiknya agar menjadi generasi yang soleh dan solehan.

Fitrah orangtua adalah mencintai anak-anaknya. Dikutip dari Islami.co, hal ini termaktub dalam surah Ali ‘Imran ayat 14. Dalam ayat tersebut Allah berfirman:

“ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (Surga).” (QS. Ali ‘Imran: 14)

Namun terkadang ada orangtua yang pilih kasih, alias lebih mencintai satu orang anak dari pada anak yang lain. Misalnya, ada orangtua yang lebih menyayangi anak bungsu dibandingkan dengan anak sulung. Penyebabnya, anak bungsu selalu dianggap paling kecil dan membutuhkan bimbingan lebih banyak. 

Dalam kasus lain, bisa saja orang tua lebih mencintai salah satu anaknya (pilih kasih) karena beberapa faktor. Misalnya karena anak tersebut lebih pintar, lebih penurut, ataupun memiliki fisik yang lebih cantik ataupun tampan.

Lalu dalam Islam sebenarnya bolehkah jika orang tua cenderung lebih mencintai salah satu dari anak-anaknya (pilih kasih)?

Pada dasarnya, anak-anak juga merupakan cobaan bagi para orang tua. Sebagaimana Allah menjelaskan dalam Al-Quran surat At Taghaabun ayat 14-15.

“ Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At Taghaabun: 14- 15)

Oleh sebab itu, para orang tua hendaknya bersabar apabila ada salah satu anaknya yang memiliki perilaku yang tak sesuai dengan ekspektasi atau harapan. Terkait kecenderungan cinta yang berlebihan dari orang tua terhadap salah satu anaknya bukanlah suatu masalah.

Hal tersebut tidak mengapa karena rasa cinta tersebut merupakan sifat yang alami dan merupakan anugerah dari Allah. Meskipun demikian, rasa cinta yang berlebih tersebut tidak boleh ditampakkan agar tidak memancing rasa kecemburuan pada anak.

Sebagaimana yang terjadi pada Nabi Ya’qub AS yang begitu mencintai anaknya yang bernama Nabi Yusuf AS. Rasa cinta tersebut kemudian menimbulkan perasaan jengkel di dada anak-anaknya yang lain seperti disebutkan dalam surat Yusuf ayat 7-8.

Dalam ayat tersebut Allah berfirman, “ Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya. (Yaitu) ketika mereka berkata, ‘Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (banyak). Sesungguhnya ayah kita di dalam kekeliruan yang nyata.” (QS. Yusuf: 7-8)

Penjelasan lengkapnya baca di sini.

Tren Busana Muslimah di Panggung indonesia Fashion Week 2019

Jangan Lewatkan