Cara yang Diajarkan Islam Membersihkan Najis Urine Bayi Lelaki

Banyak orangtua yang belum mengetahui tata cara membersihkan urine bayi lelaki.

Mutia Nugraheni
| 19 November 2021 08:07

Dream - Pengetahuan seputar bersuci (thaharah) sangat penting diketahui seluruh umat muslim. Bukan hanya soal kebersihan diri sendiri, tapi juga orang lain. Terutama para orangtua yang masih mengurus bayi.

Banyak yang tak tahu kalau cara membersihkan air kencing bayi lelaki yang ternyata beda dengan kencing bayi perempuan. Dalam fikih, ada tiga derajat tingkatan najis. Ketiganya adalah najis mukhoffafah (najis ringan), najis muthawassithah (najis pertengahan), dan najis mugholladzoh (najis berat).

Dikutip dari Bincangmuslimah.com, kencing bayi laki-laki bisa masuk kategori najis mukhoffafah hanya bagi bayi yang berusia di bawah dua tahun dan hanya minum ASI tanpa tambahan makanan pendamping. Itulah pengertian najis mukhoffafah sendiri.

Sedangkan selain itu, masuk dalam kategori najis muthawassitoh yang tentu cara membersihkannya berbeda. Cara membersihkannya hanya cukup mencipratkan air pada najis tersebut.

Jka najis mengambang pada suatu tempat, misal lantai di lantai hilangkan dengan kain terlebih dahulu. Hal tersebut diterangkan dalam I’anah at-Thalibin,

 I’anah at Thalibin

Artinya: Najis mukhoffafah, ialah air kencing anak bayi laki-laki yang belum melampaui usia dua tahun dan belum mengkonsumsi apapun selain air susu ibunya, keterangan (cara mensucikannya) dalam membasuhnya cukup dengan mencipratkannya dengan air. Caranya dengan mencipratkan air yang menyeluruh dan melingkupi wilayah yang terkena najis tanpa harus air sampai mengalir. Hal tersebut berlandaskan pada hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Ummu Qais bahwa ia datang sambil membawa anak laki-lakinya yang masih kecil dan belum makan apapun (selain ASI). Kemudian Rasulullah mendudukkannya di pangkuannya, tak lama ia kencing dan Rasulullah mengambil air lalu mencipratkan air kencing dan tidak membasuhnya (sampai mengalir).

 

Selanjutnya :

Urutan Lengkap Membersihkannya

Working Area Bid Mechanism and Open Area Potentials in Indonesia.

Jangan Lewatkan