Camilan Bukan Hanya Bikin Anak Kenyang, Tapi Juga Belajar

Menyajikan camilan bagi bayi yang baru belajar memegang juga sangat penting bagi perkembangan kemampuan motoriknya.

Gladys Velonia
| 25 Mei 2017 12:03

Dream - Selain makanan utama, anak sebaiknya rutin diberikan camilan di antara jam makannya. Terutama jika mereka termasuk anak yang sangat aktif, cenderung malas makan atau makan tapi porsinya sangat sedikit.

Camilan ini bisa membantu memenuhi nutrisi anak agar terpenuhi secara optimal. Tak hanya itu, camilan bagi bayi yang baru belajar memegang juga sangat penting bagi perkembangan kemampuan motoriknya.

" Mulai dari umur 8 bulan, anak sudah mulai memiliki keingintahuan untuk menggenggam. Namun sebaiknya snack diberikan ketika anak berusia 10 bulan," ujar dr. Tjhin Wiguna, seorang psikiater anak di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Mei 2017.

Menurut Tjhin, menyediakan camilan untuk anak mampu mengasah kemampuan si kecil untuk belajar makan sendiri (self-feeding). Kegiatan self-feeding ini merupakan stimulus untuk perkembangan otot-otot motorik anak.

" Dengan belajar meraih makanan dan memasukkannya ke dalam mulut, diharapkan anak dapat menjadi lebih terampil dalam menggunakan tangannya untuk kegiatan positif lainnya seperti mewarnai atau menggambar," ujar Tjhin.

Namun tak sembarang camilan yang bisa dikonsumsi anak. Bukan hanya harus memiliki nutrisi yang baik, tapi bentuknya mudah dipegang, dipanggang bukan digoreng dan meleleh di mulut.
Salah satunya adalah produk terbaru dari Cerelac, yakni Nutripuffs yang hadir dalam 2 varian rasa, yakni banana strawberry dan banana orange.

" Di Indonesia angka kelahiran bayi tinggi sekali. Tetapi berdasarkan pemantauan status gizi, masih ada malnutrisi. Anak yang stunting (tumbuh terlalu pendek untuk usianya), wasting (tumbuh terlalu kurus untuk tingginya), serta over nutrition (obesitas) masih banyak. Sehingga pemberian nutrisi melalui camilan sejak dini sangat penting," jelas Eka Herdiana, Market Nutritionist PT Nestlé Indonesia.

Meski camilan bagus untuk mendukung pertumbuhan anak, pemberiannya pada anak hanya boleh dilakukan 1-2 kali sehari. Makanan utama tetap harus didahulukan.

 

 

Streaming Mengintip Incaran Rumah Baru Keluarga Anang, Harganya Rp 60 Miliar!

Jangan Lewatkan