Bukan Anak yang Butuh Kontrol Emosi, Tapi Orangtua

Salah satu pekerjaan paling sulit saat menjadi orangtua boleh dibilang adalah mengontrol emosi.

Mutia Nugraheni
| 3 Januari 2019 12:15

Dream - Menghadapi tingkah laku anak memang sangat menguji kesabaran. Level emosi bisa naik dan meledak kapan saja. Bentakan, teriakan atau ancaman kerap keluar dari mulut demi membuat si kecil bersikap lebih tenang.

Salah satu pekerjaan paling sulit saat menjadi orangtua boleh dibilang adalah mengontrol emosi. Banyak yang menyalahkan atau mengancam anak saat mengalami kemarahan. Seperti mengucapkan " mama marah yah kalau adik/kakak berantakin kamar" .

Padahal hal ini sangat tidak tepat, karena menyalahkan orang lain atas emosi yang dialami. Padahal justru sebagai orangtua kita harus mencontohkan bagaimana mengontrol emosi dalam situasi yang paling menyebalkan sekalipun.

" Ini seperti membuat anak bertanggung jawab atas emosi yang dirasakan orangtuanya. Ini tentu saja beban besar yang harus ditanggung seorang anak. Kedua, itu mengajarkan mereka menyalahkan atas emosi yang dirasakannya pada orang lain. Padahal yang paling tepat adalah mengontrol emosinya sendiri," kata Kristen Race, psikolog yang juga menulis buku The Mindful Life.

Daripada mengatakan pada anak " kakak/ adik sudah bikin mama marah," ganti dengan kalimat ini " mama sedang marah sekarang, adik/kakak jangan dekat, mama perlu menenangkan diri" .

Hal terpenting adalah jangan menyalahkan orang lain atas apa yang kita rasakan. Emosi sepenuhnya kita yang mengendalikan dan bukan 'disetir' orang lain.

" Anak butuh mengerti hal tersebut, mereka perlu belajar mencari tahu pemantik emosinya dan cara menonaktifkannya. Bukan menyalahkan orang lain," ungkap Race seperti dikutip dari Motherly.

Bukan hal mudah untuk mengubah hal ini. Untuk itu, orangtua perlu belajar mengontrol emosi saat menghadapi anak. Baru kemudian mencontohkan pada mereka bagaimana menstabilkan level emosi agar suasana rumah jadi kondusif.

Kontroversi Setya Novanto Selama Jadi Terpidana Korupsi

Jangan Lewatkan