Buah Hati Protes karena Tak Liburan, Siapkan Jawaban Ini

Anak-anak, terutama yang berusia remaja seringkali meminta liburan khusus bersama orangtua.

Mutia Nugraheni
| 31 Maret 2018 12:21

Dream - Traveling dan liburan jadi hal yang sangat populer di era digital ini. Apalagi dengan berbagai foto liburan seru di media sosial, menjadikan aktivitas satu ini bahkan menjadi sebuah kebutuhan.

Anak-anak, terutama yang berusia remaja seringkali meminta liburan khusus bersama orangtua. Meski demikian, tidak semua orangtua dapat memiliki waktu atau dana untuk berlibur bersama. Efeknya anak-anak melayangkan 'protes'.

Menghadapi hal ini, psikolog Anak Anna Surti Ariani, menyarankan agar orangtua memberi pengertian. Tapi hal yang ia tekankan jangan pernah mengatakan kalau liburan itu tak diperlukan. Justru dari liburan bersama, hubungan keluarga bisa semakin dekat.

" Jangan bilang enggak perlu liburan. Lebih baik beri pengertian dan ungkapkan kondisi yang ada. Misalkan kasih pengertian uangnya dipakai buat kakak sekolah," ujar Anna kepada Dream.

Orangtua juga tak boleh diam saja membiarkan anak 'mati gaya' di rumah saat liburan. Bisa membuat aktivitas kreatif minim biaya agar anak-anak merasa liburannya jadi tak membosankan

" Bisa juga menari tarian daerah tertentu agar anak juga dapat wawasan baru," kata Anna

Meski begitu, Anna tetap menyarankan orangtua menyisihkan anggaran untuk berlibur bersama. Hal ini karena pengalaman kebersamaan keluarga akan lebih menempel di ingatan anak daripada hadiah-hadiah mahal. Jadi, mungkin bisa mempertimbangkan membuat anggaran khusus untuk liburan.

Topik Terkait :

Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup

Jangan Lewatkan