Buah Hati Bisa Alami Masalah Emosi Saat Terlalu Banyak Stimulasi

"Setiap orang menanggapi informasi sensorik yang berbeda dengan cara yang berbeda".

Mutia Nugraheni
| 22 Januari 2021 12:03

Dream - Membuat anak-anak tetap sibuk selama pandemi jadi salah satu cara agar mereka mendapat aktivitas yang memadai meski hanya di rumah saja. Pada anak balita mungkin memberikan banyak mainan, ada juga yang didaftarkan sekolah online, hal ini memang baik, tapi pastikan tidak berlebihan.

Stimulasi yang terus-menerus bisa membuat anak kewalahan dan kelelahan. Bukan hanya secara fisik tapi juga emosi. Pada gilirannya hal ini akan membuatnya mengalami masalah perilaku.

" Setiap orang menanggapi informasi sensorik yang berbeda dengan cara yang berbeda. Beberapa anak (dan bahkan orang dewasa) memiliki ambang batas yang rendah dengan stimulasi dan informasi tertentu, jadi mereka menanggapinya secara negatif jauh lebih cepat daripada anak-anak pada umumnya," kata Amy Baez, seorang terapis okupasi pediatrik, dikutip dari Fatherly.

Ambang batas stimulasi berlebih dapat bervariasi karena sejumlah faktor. Faktor kepribadian, psikologis dan lingkungan. Ada anak-anak dengan ambang stimulasi tinggi dapat distimulasi dalam jangka waktu yang lama. Setiap orangtua penting untuk melihat anak yang bahagia tiba-tiba berubah menjadi rewel dan terus menangis.

 

Selanjutnya :

Gejala Tiap Anak Berbeda

Atta Halilintar Tersandung Ucapan Soal Suami

Jangan Lewatkan