Beri ASI Ekslusif Bisa Cegah Kehamilan, Syaratnya...

Menyusui memang bisa mencegah kehamilan, tapi ada hal yang harus dipenuhi.

Mutia Nugraheni
| 9 November 2017 18:04

Dream - Setelah melahirkan, ibu baru biasanya menunda dulu untuk memiliki anak lagi. Hal ini karena usia bayi yang masih sangat muda dan membutuhkan perhatian besar. Belum lagi kondisi tubuh ibu yang belum terlalu pulih setelah melahirkan.

Terutama jika proses melahirkan melalui operasi caesar, di mana proses pemulihan memakan waktu yang lebih lama. Dokter juga biasanya menyarankan pada para ibu untuk menunda
kehamilan sekitar 1,5 tahun, setelah operasi caesar.

Banyak cara untuk menunda kehamilan. Salah satu yang paling diandalkan para ibu, karena aman, mudah dan gratis adalah dengan menyusui. Ya, menyusui memang bisa mencegah
kehamilan.

Bagaimana menyusui eksklusif bisa mencegah kehamilan?
Terus menyusui secara intensif akan membuat tubuh berhenti berovulasi. Ovulasi merupakan proses pelepasan sel telur perempuan (ovum) dari ovarium (indung telur) menuju tuba fallopi
untuk menunggu dibuahi oleh sperma pria. Nah, saat tubuh terus menerus memproduksi ASI, proses ovulasi ini tidak terjadi.

Artinya, kehamilan pun tak akan bisa terjadi. Kondisi ini dalam istilah medis dikenal sebagai lactational amenorrhea method (LAM). Tingkat keefektivitasannya bisa hingga 98%. Dalam LAM ini sebenarnya, ada jeda waktu antara siklus haid yang belum kembali normal setelah melahirkan.

Saat haid tak terjadi pertanda tak adanya ovulasi. Berarti menyusui masih bisa jadi kontrasepsi efektif. Namun jika menstruasi terjadi, kontrasepsi alami ini tak bisa lagi diandalkan.

Syarat menyusui jadi kontrasepsi alami
Untuk menjadikan aktivitas menyusui menjadi cara alami untuk mencegah kehamilan, ada syarat khusus. Pertama menyusui di sini maksudnya adalah menyusui secara eksklusif. Artinya Anda tak memberikan asupan apapun pada bayi selain ASI.

Menyusui juga harus dilakukan secara intensif, yaitu 5 jam di siang hari dan 6 jam di malam hari. Terus menyusui apapun kondisinya. Jika berhenti menyusui sehari saja, bisa menurunkan level hormon prolaktin dalam tubuh yang bisa memicu kembali ovulasi.

Dengan terus menerus menyusui secara langsung dan intensif, tubuh akan memproduksi prolaktin yang menghambat proses ovulasi. Ibu pun tak akan mengalami menstruasi. Biasanya kondisi ini berlangsung selama 2 hingga 6 bulan setelah melahirkan, tergantung tingkat kesuburan ibu.

Setelah ibu kembali menstruasi, berarti menyusui tak lagi bisa menunda kehamilan. Ibu harus mencari cara atau alat lain sebagai kontrasepsi. Untuk memilih kontrasepsi yang tepat, usahakan berkonsultasi dengan dokter atau bidan.

Sumber: Planned Parenthood

Merawat Warisan [TEASER]

Jangan Lewatkan