Bayi 16 Bulan Tewas Dianiaya Orangtua Angkat, Publik Korea Marah Besar

Kepolisian sebelumnya menerima tiga laporan penganiayaan.

Mutia Nugraheni
| 7 Januari 2021 10:05

Dream - Korea Selatan sedang digegerkan kasus kematian seorang bayi perempuan berusia 16 bulan pada Oktober 2020 lalu. Baru terkuak kalau bayi bernama Jeong In tersebut meninggal karena dianiaya dan dilecehkan secara seksual oleh orangtua angkatnya.

Sebuah laporan investigasi yang disiarkan oleh saluran televisi SBS beberapa waktu lalu mengungkap kalau Jeong In tewas 271 hari setelah diadopsi. Selama ini keluarga angkatnya tinggal di kawasan Seoul.

Kemarahan publik semakin meningkat karena kepolisian Korea Selatan dianggap gagal mencegah kematian bayi tersebut. Pasalnya, sebelum Jeong In tewas, ada tiga laporan dugaan pelecehan seksual anak yang dilaporkan oleh dokter anak yang memeriksanya.

Jeong-in diadopsi Januari lalu oleh pasangan beda profesi. Sang ibu adalah seorang penerjemah dan ayahnya adalah seorang karyawan perusahaan penyiaran dan mereka memili satu anak kandung perempuan berusia 4 tahun. Orangtuanya bahkan muncul dalam program Sistem Penyiaran Pendidikan Korea dengan kedua putrinya untuk mempromosikan adopsi.

 

 

Selanjutnya :

Penuh Memar

Topik Terkait :

Cerita Relawan Vaksin COVID-19 Sinovac

Jangan Lewatkan