Banyak yang Menikah Usia Anak, Ini Penyebab dan Bahayanya

Menurut data yang dihimpun Kementerian PPPA, daerah yang diklaim sebagai penyumbang terbesar kasus ini adalah Kalimantan Selatan.

Cynthia Amanda Male
| 7 Agustus 2018 09:17

Dream - Banyaknya kasus nikah muda dinilai sebagai tindakan melenceng. Tidak hanya perihal mental pasangan belum siap, tapi juga anak yang bisa terlahir dengan berbagai kekurangan fisik maupun mental.

" Kini usia perkawinan menjadi semakin dini, di usia 10-18 tahun. Di mana mereka sedang memasuki tahap tantrum sesi kedua. Tentunya, mereka belum siap untuk menikah ketika emosinya masih bergejolak," kata Novita Tandry, Psikolog Anak & Remaja dalam acara Diskusi Media Tentang Perkawinan Usia Anak di Millenium Hotel, Jakarta Pusat, Senin 6 Agustus 2018.

Salah satu penyebab isu ini terjadi adalah rancunya Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 dan Peraturan Perlindungan Anak yang sudah diadaptasi dengan keadaan saat ini.

UU No. 1 Tahun 1974 menyatakan usia minimal menikah berada di usia 16 tahun. Sedangkan Peraturan Perlindungan Anak menyatakan usia minimal berada pada usia 18 tahun.

 Diskusi Media Tentang Perkawinan Usia Anak

" Kami sedang berusaha mengkaji ulang bersama-sama untuk menetapkan usia minimal untuk menikah. Supaya KUA bisa menetapkan kriteria usia minimum yang paten," ujar Yohana Susana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam diskusi itu.

Walau begitu, masih banyak orangtua dan pasangan usia anak yang menikah siri karena ditolak KUA. Dan merasa siap menikah karena kesalahpahaman terhadap hukum agama.

" Syarat perkawinan bukan hanya aqil baligh. Lebih rumit lagi daripada itu. Makanya, penafsiran Al-Quran harus lebih didalami. Bukan hanya sekedar teks tapi ilmu fiqh. Interpretasi kultural terhadap ajaran Islam," kata Nasaruddin Umar, Cendekiawan Muslim menambahkan.

 

Selanjutnya :

Apa Bahayanya?

Topik Terkait :

Ternyata Rhoma Irama Seorang Vyanisty!

Jangan Lewatkan