Bantuan Psikologis Dibutuhkan Anak-anak Korban Gempa Palu

Banyak anak kehilangan orangtua, rumah serta luka fisik dan psikologis yang menimbulkan trauma mendalam.

Mutia
| 11 Oktober 2018 12:09

Dream – Situasi Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah, saat ini belum stabil. Gempa dan tsunami membuat banyak anak kehilangan orangtua, rumah serta luka fisik dan psikologis yang menimbulkan trauma mendalam.

Berbagai bantuan logistik diberikan dari berbagai daerah, termasuk bantuan internasional. Hal yang juga sangat dibutuhkan anak-anak korban gempa dan tsunami adalah bantuan dan dukungan psikologis.

Pada Rabu 10 Oktober 2018 kemari, tim kemanusiaan melalui Psychoigical First Aid (PFA) datang ke Palu untuk membantu pemulihan psikologis anak-anak korban gempa di halaman kantor RRI kota palu.

" Kami mengharapkan untuk bisa mengembalikan keceriaan anak-anak agar tidak mengingat kejadian apa yang sudah menimpa dirinya," kata Ruminah salah satu pengungsi yang berada di halaman kantor RRI Palu.

Tim yang diterjunkan adalah para relawan praktisi psikologi yang berfokus pada memberikan pertolongan psikologis (PFA) dan beberapa pendekatan untuk stabilisasi psikis korban. Proses selanjutnya adalah melibatkan warga lokal dengan pola kaderisasi.

" Mengedukasi warga lokal untuk bisa mendampingi pelaksanaan program ini saat dibutuhkan di waktu selanjutnya ke dalam berbagai program healing seperti berlatih relaksasi dan lain-lain,” ujar Maya Sita Darlina, psikolog selaku Koordinator Psycological First Aid (PFA).

Tim Psycological First Aid (PFA) ini didatangkan oleh Dompet Dhuafa, yang juga telah membuat dapur keliling, mesjid darurat serta melakukan evakuasi jenazah.

Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik yang himpunan dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf), serta dana lainnya yang halal dan legal, baik dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga.

Tak Ada Lagi Foto Mendiang Suzzanna di Rumah, Ini Alasan Clift Sangra

Jangan Lewatkan