Bahaya Memberi Makanan Padat Demi Bayi Tidur Lelap

Memberi makanan padat malah bisa memicu masalah kesehatan serius pada bayi usia 0 hingga 6 bulan.

Mutia Nugraheni
| 17 Juli 2018 16:07

Dream - Bayi berusia 0 hingga 6 bulan cenderung bangun malam hari. Mereka akan menangis atau rewel dan biasanya dipicu rasa haus dan lapar. Menyusui bayi jadi cara paling tepat untuk kembali menenangkan si kecil.

Mungkin si kecil akan bangun berkali-kali. Pasalnya, lambung bayi sangat kecil dan hanya sedikit menampung susu yang telah diminumnya. Setelah itu, bayi akan buang air kecil dan besar kemudian bangun kembali karena merasa tak nyaman. Bayi pun kembali ingin menyusu.

Tak heran kalau bayi bangun setiap 3 atau 4 jam untuk menyusu atau rewel karena popoknya kotor. Salah satu hal yang kerap dilakukan untuk mencegah bayi bangun berkali-kali dan tidur lebih lelap adalah memberinya makanan padat.

Cara tersebut masih banyak dilakukan dan dianggap hal wajar. Padahal, memberi makanan padat malah bisa memicu masalah kesehatan serius pada bayi usia 0 hingga 6 bulan. Faktanya, makanan padat hanya boleh diberikan pada bayi usia 7 bulan ke atas.

Masalah yang mungkin timbul akibat memberi makanan padat pada bayi di bawah 6 bulan adalah organ pencernaanya tak bisa mengolah makanan yang diberikan dengan baik. Efeknya malah menimbulkan masalah pencernaan, seperti diare, pendarahan lambung, makanan menggumpal dan harus dioperasi, meningkatkan risiko obesitas dan masih banyak lagi.

Pemberian makanan pada bayi direkomendasikan saat usianya sudah 6 bulan ke atas. Itu pun harus diberikan secara bertahap, berupa makanan cair, lunak, sedikit padat baru kemudian makanan padat.

Untuk usia 0 hingga 6 bulan, cukup diberi ASI atau susu formula. Jangan menganggap makanan padat akan membuat bayi jadi lebih terlelap karena justru sangat berbahaya.

Sumber: KidSpot

Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya

Jangan Lewatkan