Bagi Buah Hati, Konsekuensi Lebih Efektif dari Hukuman

Ada perbedaan besar antara keduanya, begitu juga dampaknya bagi anak.

Mutia
| 29 November 2018 14:12

Dream - Setiap anak pasti akan melanggar aturan,dan terkadang hingga menguji batas kesabaran. Saat orangtua merespons dengan cara yang benar, maka anak-anak akan belajar untuk membuat pilihan yang lebih baik di kemudian hari.

Sayangnya, tidak semua orangtua memiliki pandangan yang sama antara konsekuensi dan hukuman. Padahal, ada perbedaan besar antara keduanya. Simak perbedaan antara hukuman dan konsekuensi

Hukuman
Hukuman adalah hal yang akan membuat anak-anak merasa bersalah karena kesalahan mereka. Hukuman sering terkait dengan masalah perilaku. Terkadang, dimaksudkan untuk membuat sesal atau mempermalukan anak-anak.

Berikut beberapa contoh hukuman yang biasa dilakukan oleh para orang tua:
- Seorang anak berumur 5 tahun yang tidak membereskan mainannya, lalu orangtua membentaknya
- Anak usia 7 tahun yang berteriak pada ibunya, lalu diberi cubitan
- Seorang bocah 9 tahun bertingkah nakal di sekolah, orangtu memotong rambut si anak dengan potongan yang memalukan.

Hukuman sering menyebabkan anak-anak merasa buruk tentang dirinya sendiri. Anak-anak yang mengalami masalah harga diri, lebih cenderung melakukan kesalahan di masa depan.

Hukuman juga bisa menjadi kontraproduktif karena menyebabkan anak-anak fokus pada kemarahan mereka terhadap orang tua mereka, daripada memikirkan apa yang bisa mereka lakukan lebih baik di lain waktu. Misalnya, seorang anak mungkin berpikir, " Ibuku jahat," atau " Saya membuat kesalahan."

Selanjutnya :

Lalu, Apa Itu konsekuensi?

Topik Terkait :

Hoaks Teror Bom di Reuni 212

Jangan Lewatkan