Bagaimana Urutan Kelahiran Mempengaruhi Karakter Anak?

Ada proses tertentu sehingga urutan lahir ini membentuk kepribadian anak yang tipikal.

Mutia Nugraheni
| 16 Oktober 2017 14:08

Dream - Anak tunggal memiliki ego yang tinggi, anak sulung cenderung suka memerintah, anak bungsu sangat manja, dan anak tengah terjebak ditengah-tengah saudaranya. Hal-hal tersebut merupakan stereotipe yang seringkali menempel pada seorang anak.

Sebenarnya kepribadian anak lebih dipengaruhi oleh pembawaan karakternya. Urutan kelahiran lebih kepada pembentukan, kebiasan dan perlakuan yang sering ia dapatkan. Kondisi itu yang kemudian membantu membentuk karakternya.

Ada proses tertentu sehingga urutan lahir ini membentuk kepribadian anak yang tipikal. Meski tak selalu demikian namun urutan kelahiran sangat mempengaruhi karakter anak. Simak penjelasannya.

Anak Sulung
Anak sulung cenderung mengikuti arahan dari orangtua. Hal ini karena mereka tidak memiliki saudara yang lebih tua untuk diajak bercanda, mereka dengan serius menanggapi semua perbuatannya. Orangtua juga menanggapi mereka dengan serius, sehingga rasa percaya diri anak cenderung meningkat. Anak akan termotivasi ketika mengetahui kalau mereka merupakan anak pertama yang dimiliki oleh kedua orang tuanya.

Ini sebabnya, anak sulung cenderung suka mengatur apa yang adiknya lakukan apabila perilaku sang adik tidak ideal dengan ajaran orang tuanya. Di sini, perlu peran penting dari orangtua untuk mengingatkan si sulung agar tidak bertindak sebagai orang tua bagi sang adik.

Anak sulung biasanya merupakan dambaan bagi orang tua, sehingga banyak orang tua yang menuntut anaknya untuk meraih sesuatu yang tinggi. Ini yang menyebabkan mereka menjadi cenderung perfeksionis. Mereka ingin semuanya serba sempurna. Hal ini menyebabkan anak sulung terkadang tidak bisa menerima kenyataan bahwa mereka salah. Karena tuntutan yang berlebihan, anak sulung juga seringkali iri terhadap adiknya.

Tips hadapi anak sulung:
Orangtua cenderung menjadikan anak sulungnya sebagai patokan. Hindari bersikap terlalu melindungi dan menuntut agar anak tidak tertekan. Ketika Anda memberikan begitu banyak kewajiban bagi si sulung, jangan lupa untuk sesekali memberikan hadiah sederhana, seperti memberinya jam tidur lebih. Si sulung memang siap untuk membantu pekerjaan Anda, namun jangan jadikan ia sebagai pembantu setiap saat.

Anak Tengah
Ketika peran sudah dipenuhi oleh sang kakak, anak kedua biasanya mencari peran yang sangat berbeda. Karena itu, anak tengah cenderung sulit untuk diberi label, karena karakter mereka yang bergantung pada saudara-saudarinya. Kalau sang kakak seringkali dipuji oleh orangtua, anak tengah biasanya akan mencari perhatian dengan cara yang memberontak.

Di mata seorang anak tengah, sang kakak telah meraup segala keuntungan dan sang adik selalu lolos dari segala masalah. Akibatnya, anak tengah mampu bernegosiasi untuk mendapatkan apa yang mereka mau.

Mereka mudah untuk diajak kompromi dan mampu mengatasi kekecewaan dengan baik. Ekspektasi mereka sangat realistis. Mereka tidak manja, justru cenderung independen. Namun karenanya, mereka seringkali merasa ditinggalkan dan mencari orang lain di luar keluarganya.

Tips menghadapi anak tengah:
Ucapkan terimakasih kepadanya ketika ia mampu melerai perkelahian antara sang kakak dengan adiknya. Hargai kebutuhan mereka untuk bersosialisasi. Berikan mereka kesempatan untuk mencari teman bermain. Jangan lupakan anak tengah karena sudah terlalu sibuk dengan si sulung dan bungsu. Buatlah mereka merasa sepesial.

Anak Bungsu
Orangtua cenderung mengurangi rasa tuntutannya ketika sudah memiliki anak bungsu. Itu sebabnya, si bungsu seringkali lolos dengan berbagai masalah. Mereka menanggung lebih sedikit kewajiban, sehingga cenderung merasa bebas, supel, penyayang, dan mudah bersosialisasi.

Namun, kehidupan anak bungsu juga tidak selalu indah. Mereka melihat sang kakak sebagai sosok yang lebih hebat, cerdas, dan besar sehingga mereka seringkali tertekan untuk menjadi sosok yang serupa. Mereka juga akan sangat mudah menjadi manja apabila terlalu sering disayang.

Tips menghadapi anak bungsu:
Ikutsertakan anak bungsu dalam keputusan keluarga, biarkan mereka ikut menentukan ingin makan apa dan ingin pergi kemana. Istimewakan hal yang ia lakukan, sama halnya ketika anak sulung Anda mampu buang air kecil di toilet. Berikan tanggung jawab pada anak bungsu, mulai dari hal kecil seperti menaruh serbet di atas meja makan. Jangan anggap mereka terlalu kecil untuk melakukan pekerjaan rumah.

Anak Tunggal
Anak tunggal kerap kali disebut sebagai " Super Firstborns" . Sama seperti anak sulung, mereka percaya diri, perfeksionis, dan mampu mengikuti sekolah dengan baik. Dengan ketidakhadiran seorang saudara membuat mereka sangat dekat dengan orang tua, sehingga dapat meniru sifat kedewasaan. Mereka juga cenderung kreatif karena melakukan segala sesuatu tanpa bantuan saudara. Namun, mereka juga bisa menjadi sangat tertekan apabila segala sesuatunya tidak terjadi seperti apa yang mereka harapkan.

Tips menghadapi anak tunggal:
Penuhi kebutuhan mereka untuk bersosialisasi. Ajak mereka bergabung dengan taman bermain untuk mendapatkan teman sebaya. Mereka cenderung lebih perfeksionis dibanding anak sulung, maka itu ajarkan mereka untuk tidak memaksakan diri.

 

Laporan Annisa Mutiara

Sumber: Parents

Topik Terkait :

Lawan Covid-19, Saring Sebelum Sharing Informasi Melalui Ruang Digital

Jangan Lewatkan