Ayah Wajib Ajarkan 3 Hal Ini Pada Anak Lelakinya

Untuk itu para ayah, selalu usahakan waktu yang optimal dan maksimal untuk anak lelaki Anda.

Mutia Nugraheni
| 6 Oktober 2017 14:04

Dream - Peran ayah begitu besar dalam membentuk mental yang kuat pada anak lelakinya. Sebagian besar momen masa kecil anak berada dalam didikan perempuan, yaitu ibu dan guru playgroup atau TK-nya yang mayoritas perempuan.

Padahal anak-anak lelaki ini butuh tuntunan dari para ayah untuk bersikap dan menjadi pria yang baik. Untuk itu para ayah, selalu usahakan waktu yang optimal dan maksimal untuk anak
lelaki Anda. Pastikan mereka mendapat tiga ajaran ini dari ayah.

- Menghadapi kekalahan dan kemenangan
Bermain kompetitif, hingga tetes keringat berceceran. Terlibat dalam olahraga atau permainan serius, biasanya ayah yang akan turun tangan. Bermain bola, basket, bahkan video games.
Jangan selalu mengalah pada anak agar ia senang.

Biarkan ia kalah dan ada konsekuensinya. Misalnya anak harus membuatkan minum atau mengambilkan makanan. Begitu pun saat anak menang. Ayah harus melakukan hal yang sudah
dijanjikan. Dari ayah, anak lelaki ini akan belajar bagaiman bersikap sportif, menghargai kompetisi dan tahu harus bersikap saat menang maupun saat kalah.

- Menghormati dan menghargai perempuan
Para ibu pasti akan selalu mengingatkan anak lelakinya untuk bersikap baik dan sopan pada perempuan. Namun hanya dari ayah, anak bisa melihat contohnya secara langsung. Untuk itu,
para ayah, jadilah contoh yang baik saat memperlakukan perempuan.

Baik ketika menghadapi pasangan, ibu, kerabat atau kaum perempuan lain. Contohkan bagaimana bersikap sopan dan menghargai perempuan. Membawakan belanjaan ibunya, membantu mencuci piring dan pekerjaan rumah. Jangan sekali-kali bersikap kasar terhadap perempuan di depan anak lelaki Anda.

- Menunjukkan emosi
Lelaki boleh menangis, tapi yang ditangisinya harus sesuatu yang sangat berharga. Jangan membuat anak lelaki Anda lemah dengan tak memperbolehkannya menangis. Justru dari ayah lah anak lelaki belajar bagaimana menunjukkan emosi dan mengontrolnya.

Ada kalanya emosi harus ditunjukkan namun kadang harus dikendalikan. Anak lelaki akan melihat dan mencontoh ayahnya meluapkan emosi. Jadi, hati-hati.

Sumber: Brightside

 

Topik Terkait :

BERANI BERUBAH: Dodol Perekat Korban PHK

Jangan Lewatkan