Ayah Merasa Sering Marah Pada Anak Selama Pandemi? Yuk, Kontrol Emosi

Stres pekerjaan, tekanan sosial, belum lagi masalah keluarga membuat emosi ayah menjadi tidak stabil.

Mutia Nugraheni
| 10 Agustus 2020 14:03

Level Stres

Rumah idealnya tempat yang merupakan sumber ketenangan. Ayah yang seharian lelah bekerja sesampainya di rumah mendapati anak yang rewel, rumah yang berantakan dan tak bisa istirahat.

Emosi negatif dari pekerjaan, stres dan kelelahan yang tak bisa dikeluarkan di tempat kerja akhirnya membuncah di rumah. Siapa yang jadi sasarannya? Tentu saja anak-anak.

"Mendiagnosis kemarahan itu rumit. Kita berada di tengah-tengah situasi tersebut dan telah belajar bahwa amarah bisa berhasil. Tapi hal ini berdampak pada orang sekeliling kita, terutama istri dan anak-anak," ujar Gable.

Cari tahu pemicu utama kemarahan yang berlebihan. Saat level stres tinggi, ada baiknya menyendiri lebih dulu. Jangan mendekati anak saat emosi memuncak, karena bisa menimbulkan trauma bagi anak.

 

Selanjutnya :

Mengontrol amarah

Sekolah di Mobil WiFi

Jangan Lewatkan