Ayah Merasa Sering Marah Pada Anak Selama Pandemi? Yuk, Kontrol Emosi

Stres pekerjaan, tekanan sosial, belum lagi masalah keluarga membuat emosi ayah menjadi tidak stabil.

Mutia Nugraheni
| 10 Agustus 2020 14:03

Dream - Semua orang mengalami tekanan luar biasa selama pandemi Covid-19. Anak-anak yang harus beradaptasi dengan cepat untuk belajar di rumah, ibu yang harus mendampingi anak-anaknya sekolah online. Sementara ayah harus mencari berbagai cara agar nafkah tetap terpenuhi.

Sebagai tulang punggung, beban ekonomi pada ayah memang sangat besar. Terutama dalam situasi sekarang di mana perekonomian sedang menurun drastis karena pandemi. Stres pekerjaan, tekanan sosial, belum lagi masalah keluarga membuat emosi ayah menjadi tidak stabil.

" Semua orang sebenarnya tidak suka marah. Kemarahan bisa jadi bentuk dari emosi lain," kata Philip Gable, asisten profesor psikologi di University of Delaware.

Menurut Gable, amarah biasanya dijadikan senjata karena bisa mengalahkan orang lain. Kemarahan juga merupakan alat penyelubung yang mengaburkan emosi lain.

" Daripada berbicara tentang kesedihan dan ketakutan, orang cenderung lebih suka menunjukkan kemarahan," kata Nathaniel Herr, profesor psikologi di American University.

 

Selanjutnya :

Level Stres

Cerita dan Music Bersama Ify Alyssa | Online Dream Camp 2020

Jangan Lewatkan