Ayah, Jangan Kaget Jika Ibu Jadi 'Antagonis' Setelah Melahirkan

"Ayah semacam jadi pelampiasan emosi ibu".

Mutia
| 30 November 2018 14:16

Dream - Hubungan suami istri memang sangat diuji setelah lahir anak pertama. Terutama ketika ibu pulang dari rumah sakit dan hanya bertiga saja di rumah bersama bayi dan ayah.

Ibu kerap mengalami perasaan sebal, kesal bahkan benci kepada ayah. Semua hal yang dilakukannya terasa salah dan membuat kacau.

Pernah mengalami situasi ini? Anda tak sendirian.

" Ayah satu-satunya orang dewasa yang ada di kamar dan bisa diteriaki ketika ibu sedang mengalami fluktuasi hormon setelah melahirkan. Ditambah lagi rasa nyeri jahitan, payudara dan terus mendengar tangisan bayi. Ayah semacam jadi pelampiasan emosi ibu," ujar Dr. Shoshana Bennett, psikolog yang juga penulis buku Postpartum Depression for Dummies.

Ada kecenderungan ibu setelah melahirkan ingin segalanya sempurna. Melakukan semua, merawat diri serta mengurus bayi dengan tangannya sendiri. Saat kewalahan dan merasa tak bisa melakukannya, akan merasa stres dan membuatnya jadi sebuah amarah.

" Membicarakan dengan pasangan apa yang Anda rasakan akan sangat membantu meredakan kecemasan yang dialami. Jika dibiarkan bisa memicu konflik rumah tangga berkepanjangan," kata Bennet.

Rasa kesal juga muncul karena ibu kerap menuntut inisiatif ayah dalam mengurus bayi. Perlu diingat, pasangan masih belajar menjadi ayah. Ia belum terlalu mengerti apa yang harus dilakukan.

Menuntut inisiatifnya hanya akan membuat masalah baru. Akan lebih efektif jika ibu mengatakan secara jelas apa yang sebaiknya ayah lakukan.

Bukan hanya membuat rutinitas mengurus bayi jadi lebih mudah, tapi juga membuat hubungan lebih mesra. Kuncinya, komunikasi.

Sumber: The Bump

Topik Terkait :

Alasan Jessica Mila Putus Dengan Mischa Chandrawinata

Jangan Lewatkan