Ayah Bunda, Latih Anak Remaja Etika di Dunia Digital

Etika komunikasi para remaja di ranah digital kerap kali dikeluhkan.

Mutia Nugraheni
| 17 Mei 2019 10:03

Dream - Kebutuhan akan digital saat ini sudah sangat melekat dalam kebutuhan hidup sehari-hari. Termasuk pada anak-anak usia remaja, yang berkomunikasi, bergaul dan mengembangkan diri di dunia digital dan media sosial.

Banyak kasus remaja yang melakukan perundungan di media sosial, belum lagi mengunggah area privasi orang lain atau privasinya sendiri dengan tidak berpikir panjang. Etika komunikasi para remaja di ranah digital ini juga kerap kali dikeluhkan.

" Mereka begitu mudahnya mengoperasikan gadget atau ponsel pintar tapi belum tahu apa bahaya dan aturan yang ada di sina. Masih ada norma yang harus dipegang, dan tugas orangtua lah untuk mengingatkannya," kata Sherri Gordon, seorang pakar pengasuhan anak.

Sebelum mengajari anak, orangtua harus tahu dulu media sosial yang digunakan putra-putrinya. Facebook misalnya, banyak sekali berita-berita hoax beredar di Facebook. Judul berita yang memancing atau fantastis yang sangat memicu rasa penasaran.

" Ajarkan anak untuk membaca dulu sebuah link yang disebar, sebelum ia menyebarkannya kembali. Latih ia bagaimana menganalis sumber-sumber yang dapat dipercaya. Bahasan ini bisa dilakukan dengan santai sambil memegang ponsel masing-masing," kata Gordon.

Secara etika, menyebarkan hoax adalah hal buruk bahkan bisa dituntut secara hukum. Untuk itu pastikan anak tahu etika menyebarkan berita. Begitu juga saat berkomunikasi di media sosial.

" Banyak anak remaja yang tidak tahu kalau bagaimana beretika komunikasi di dunia digital. Menyapa orang yang lebih tua, berkenalan di awal dengan sopan atau tidak tagging foto-foto privat yang bisa dilihat publik tanpa persetujuan orang yang ada di foto. Hal inilah yang perlu dibahas diberitahu orangtua," ungkap Gordon.

Masalah etika di dunia digital penting untukk ditanamkan. Pasalnya, jejak digital seseorang akan sulit dihapus. Bisa jadi terdapat hal yang buruk akan menjadi masalah atau bumerang di kemudian hari.

Sumber: Verywell

Tips Jitu Menyeimbangkan Karier dan Pendidikan Ala Tiffani Afifa

Jangan Lewatkan