Ayah Bunda, Lakukan Stimulasi Motorik Rutin untuk Balita

Ketahui kebutuhan stimulasi anak di tiap usia.

Mutia Nugraheni
| 18 Maret 2021 10:03

Dream - Stimulasi motorik pada anak usia dini sangat perlu diperhatikan. Memberikan rangsangan motorik ini merupakan dasar dari perkembangan diri anak untuk bisa melewati tumbuh kembang yang optimal.

Termasuk untuk kemampuan fisik, kognitif dan juga mental serta psikologisnya. Stimulasi bisa dilakukan dengan banyak cara. Hal yang paling disukai anak tentunya dengan bermain dan bercerita serta interaksi yang hangat dengan ayah dan bundanya.

“ Kesuksesan stimulasi motorik ini dapat dilakukan dengan memberikan berbagai aktivitas fisik dan interaksi yang membahagiakan bagi anak sehari-hari. Oleh sebab itu, selain stimulasi, interaksi keluarga yang baik dan membuat mereka bermain dengan senang adalah kunci dari tumbuh kembang yang optimal,” ujar Saskhya Aulia selaku psikolog anak pada webinar Baby Happy pada Selasa, 16 Maret 2021.

Tahap perkembangan motorik setiap anak juga berbeda. Misalnya, untuk anak 0-1 tahun tahapan dimulai dengan anak mampu mengangkat kepalanya tanpa dibantu hingga mulai merangkak, berdiri atau dapat memasukkan benda ke dalam mulut secara mandiri.

Untuk anak 1-2 tahun, tahapan perkembangan motoriknya ditandai dengan berjalan dengan memegang benda, menendang, hingga melempar bola. Sedangkan untuk anak 2-3 tahun mereka akan lebih lancar memanjat, melompat, berlari, bersepeda roda 3, dan makan sendiri.

 

 

Selanjutnya :

Main di Luar Rumah

Putus dari Kaesang, Felicia Tissue Menyinggung Keluarga Presiden

Jangan Lewatkan