Ayah Bunda, Belajar Jadi Pendengar yang Baik Bagi Buah Hati Yuk!

Sebenarnya anak lebih butuh didengarkan dengan baik, bukan dinasihati

Mutia Nugraheni
| 25 Mei 2020 11:32

Dream - Sudah dua bulan lamanya masa karantina dilakukan demi mengurangi penularan Covid-19. Ramadhan yang biasanya jadi momen kebersamaan keluarga besar tak bisa dilakukan.

Bahkan dalam suasana Idul Fitri seperti sekarang, di mana anak-anak selalu berkumpul dengan nenek, kakek, para sepupu dan saudaranya, jadi hal yang tak mungkin. Kondisi ini pastinya sangat dirasakan oleh anak, terutama yang berusia 7 tahun ke atas.

Mungkin banyak pertanyaan di kepala anak, sampai kapan ini terjadi? Bagaimana kabar kakek nenek? Kapan bisa bermain lain dengan saudara-saudara? Penting bagi orangtua untuk mendengarkan apa yang dirasakan anak dengan baik.

Banyak orangtua tak mau mendengarkan dan langsung berkesimpulan pada solusi. Anak belum menyelesaikan ucapan dan mengeluarkan emosinya. Padahal sebenarnya anak butuh didengarkan dengan baik, bukan dinasihati

" Segera setelah anak kami menyatakan ketidakbahagiaan, orangtua langsung dengan sigap memberikan nasihat dan solusi. Tidak mendengarkan apalagi berempati. Pendekatan pemecahan masalah ini dapat menjadi bumerang," kata kata Laura Markham, Ph.D., seorang psikolog klinis dan penulis Peaceful Parent, Happy Child.

 

Selanjutnya :

Jadi Pendengar yang Baik Sangat Berdampak Pada Psikologis anak

Wajib Tahu! Ini Kiat Merawat Kulit Anak Agar Sehat dan Halus

Jangan Lewatkan