Anak Yatim Dimuliakan Allah SWT, Jangan Sampai Memakan Hartanya

Termasuk dosa besar, memakan harta anak yatim.

Mutia Nugraheni
| 1 Desember 2021 12:06

Dream - Menjadi seorang yatim, yang tak lagi memiliki orangtua merupakan cobaan sangat besar bagi seorang anak. Apalagi ketika usianya masih sangat kecil di mana kehangatan, pengasuhan, dan bimbingan orangtua masih sangat dibutuhkan.

Anak yatim dalam Islam merupakan anak yang belum berusia baligh tapi ayahnya sudah meninggal dunia. Kedudukan anak yatim sangat dimuliakan oleh Allah SWT dan Nabi Muhammad sangat mencintai anak-anak yatim.

Dikutip dari DalamIslam.com, pernah dikisahkan suatu hari saat Idul Fitri Rasulullah SAW, keluar rumah untuk melaksanakan sholat, dan anak-anak kecil sedang bermain riang di jalanan. Tampak seorang anak kecil yang duduk menjauh dari kumpulan anak-anak yang sedang bermain.

Pakaian anak itu sangat sederhana dan ia tampak murung. Melihat anak tersebut Rasulullah segera menghampiri anak yang sendirian itu, dan bertanya kepadanya : “ Nak, mengapa kau menangis? Engkau tidak bermain bersama anak-anak yang lainnya?”.

Anak kecil yang tidak mengetahui orang tersebut adalah Rasulullah SAW, menjawab, “ Paman, ayahku telah wafat. Ia mengikuti Rasulullah SAW dalam menghadapi musuh disebuah pertempuran, tetapi ia gugur di medan perang tersebut" .

Rasulullah SAW terus mendengarkan cerita anak tersebut. “ Ibuku menikah lagi, ia memakan warisanku, peninggalan dari ayah. Sedangkan suami barunya mengusirku dari rumahku sendiri. Kini aku tidak memiliki apapun. Makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal. Aku bukan siapa-siapa. Dan hari ini aku melihat teman-temanku merayakan hari raya bersama ayah mereka lalu perasaanku dikuasai oleh nasib hampa tanpa ayah. Untuk itulah aku menangis" .

Mendengar cerita anak tersebut, Rasulullah SAW segera mengusap kepala anak tersebut, dan berkata, “ Nak, dengarkan baik-baik. Apakah kau mau bila aku menjadi ayah, Aisyah menjadi ibumu, Ali menjadi pamanmu, Fatimah menjadi kakakmu dan Hasan, Husein sebagai saudaramu?”.

Mendengar tawaran Rasulullah, anak tersebut seketika langsung menyadari bahwa orang tersebut adalah Rasulullah SAW. Lalu anak tersebut pun menerima tawaran Rasulullah dengan senang hati, dan sejak saat itu anak kecil tersebut telah menjadi anak angkat Rasulullah SAW.

Dari kisah tersebut, dapat kita ketahui bahwa Rasulullah amat menyayangi, mengasihi dan melindungi anak yatim. Islam sebagai agama yang sempurna mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa berbuat baik kepada semua makhluk hidup, dan salah satunya adalah anak yatim.

Allah SWT selalu menganjurkan agar kita memelihara dan menyantuni anak yatim. Dalam sebuah hadits diriwayatkan, dari Sahl bin Sa’ad ra. berkata :

Rasulullah SAW. bersabda : “ Aku dan orang yang memelihara anak yatim dalam surga nanti seperti ini.” Rasulullah SAW. mengisyaratkannya dengan mendekatkan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari)

Rasulullah SAW. bersabda : “ Sebaik-baik rumah kaum muslimin adalah rumah yang terdapat didalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk-buruknya rumah adalah yang didalamnya terdapat anak yatim tapi anak itu diperlakukan dengan buruk.” (HR. Ibnu Majah)

 

Selanjutnya :

Perkara yang Sangat Merusak

BERANI BERUBAH: Otak-Atik Sepeda ala Drummer Band - Berani Berubah

Jangan Lewatkan