Anak Tak Mungkin Terhindar dari Stres, Siapkan Mentalnya

Jika anak tak diajarkan mengelola stres, tentu akan berdampak buruk pada kondisi mental maupun fisiknya.

Mutia Nugraheni
| 1 Agustus 2017 08:04

Dream - Tugas sekolah yang menumpuk, macetnya perjalanan menuju dan pulang dari sekolah, pertemanan, pergaulan, guru-guru di sekolah, banyak hal yang bisa membuat anak jadi stres. Selalu melindungi dan menyelesaikan masalah anak bukan solusi tepat.

Justru, sebagai orangtua Anda harus menyiapkan mental anak untuk menghadapi stresn. Melatihnya mencari solusi dan mengurangi level stresnya. Jika anak dibiarkan mengalami tekanan, tentu akan berdampak buruk pada kondisi mental maupun fisiknya.

" Sebenarnya otak mudah ditempa. Keterampilan menghadapi masalah dengan baik, lalu mencari cara untuk mengurangi kepanikan adalah hal-hal yang sebaiknya dicontohkan para orangtua. Ini akan sangat dibutuhkan anak hingga mereka dewasa," ujar Bruce Compas, seorang psikolog di Vanderbilt University, Tennessee, AS.

Compas menyarankan untuk para orangtua agar memperhatikan perubahan sikap anak. Terutama ketika mereka berada di lingkungan baru. Misalnya ketika pindah rumah, sekolah atau pindah kelas. Biasanya lingkungan baru menuntut adaptasi yang tinggi dan anak tak selalu bisa dengan mudah melakukannya.

" Jadilah yang pertama tahu ketika anak sikapnya jadi sangat berbeda. Bisa jadi itu tanda kecemasan. Namun jangan langsung membuat kesimpulan sendiri, lebih baik buka percakapan. Cara tahu mengapa sikap anak jadi sangat berubah," ungkap Compas.

Bantu juga anak mencari solusi. Anak-anak belum bisa mengenali masalah dengan baik. Jika ia menceritakan masalahnya pada Anda, jangan langsung menganggapnya masalah kecil. Misalnya saat ia bertengkar dengan temannya atau mendapat perlakukan tak adil di sekolah. Bantu anak untuk mencari solusi agar level stresnya berkurang.

" Tidak apa-apa, mungkin tampak seperti tiga kata ajaib, tapi ini tak begitu saja meredakan stres anak. Orangtua harus berbicara dengan anak dan membantunya mencari solusi atau setisaknya mengurangi tingkatan stresnya. Misalnya dengan mengajarkannya untuk tarik napas panjang, membantu menganalisi penyebab dan mencari solusi dan sebagainya," kata Compas.

 

Sumber: Upworthy

 

 

Topik Terkait :

Merawat Warisan [TEASER]

Jangan Lewatkan