Anak Beranjak Remaja, Jangan Lagi Lakukan 4 Hal ini

Biarkan anak bertanggung jawab atas dirinya dan menerima konsekuensi logis.

Mutia Nugraheni
| 4 Januari 2019 18:10

Dream - Banyak orangtua yang terus memanjakan anaknya karena menganggapnya masih belum tumbuh dewasa. Kebiasaan memanjakan anak tentu akan berdampak tidak baik bagi kemandiriaanya.

Anak akan terus bergantung dan merasa selalu ada yang bisa diandalkan. Sangat baik untuk membiasakan anak remaja jadi lebih mandiri sebelum anak menginjak usia 13 tahun.

Mulailah dengan melatihnya mengurus keperluannya sendiri. Menyiapkan buku, mengatur jadwal harian, membuat anggaraan pengeluaran dan jajannya.

Dikutip dari Redtri, jika sudah memasuki usia 13, jangan lagi lakukan hal-hal berikut. Biarkan anak bertanggung jawab atas dirinya dan menerima konsekuensi logis atas apa yang dilakukan dan tidak dilakukannya.

Apa saja?

1. Membangunkannya di pagi hari untuk sekolah
Terkadang anak sangat sulit dibangunkan pada saat pagi hari untuk sekolah atau melakukan kegiatan lainnya. Orangtua biasanya akan menbangunkan anak dengan memangginya secara keras atau masuk ke dalam kamar anak untuk membangunkannya.

Kebiasaan membangunkan anak itu ternyata kurang baik karena akan membuat anak terus bergantung. Sehingga sangat efektif untuk memberikan tanggung jawab kepada anak untuk bangun sendiri. Biarkan alarm yang bertugas membangunkan anak agar anak tidak terus bergantung pada orangtuanya. Jika ia telat, biarkan. Tentu akan ada konsekuensi dari sekolah atau hal lain yang jadi dampaknya. Hal ini akan jadi pelajaran berharga baginya.

2. Mengerjakan tugas
Saat anak masih kecil mungkin para orangtua sering mengerjakan tugas yang diberikan dari sekolah. Hal ini sebaiknya segera dihentikan. Biarkan anak mengerjakan tugas tersebut sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Sangat penting mendidik anak untuk mengerjakan tugasnya sendiri. Tanggung jawab dan konsekuensi bakal dirasakan saat remaja dan orangtua tak bisa selalu membantunya.

3. Mengantar keperluan sekolah yang tertinggal
Saat berangkat sekolah, sering kali anak melupakan barangnya. Orangtua pun karena merasa kasihan lalu mengantarkannya ke sekolah. Jika sering terjadi sebaiknya biarkan anak mendapatkan efeknya. Kurang persiapan, ceroboh, merasa ada yang bisa diandalkan membuat anak jadi terlena. Kerap melupakan kewajiban justru akan jadi bumerang
bagi anak.

4. Mencuci pakaian
Banyak ibu yang tetap mencuci pakaian anak-anaknya, termasuk pakaian dalam, bahkan ketika mereka sudah beranjak remaja. Hal ini boleh dibilang salah besar. Pakaian adalah hal kebutuhan mendasar bagi mereka. Ajarkan ia mencucinya, bisa menggunakan mesin atau sekadar mengucek ringan. Latih juga ia menggunakan setrika. Pastikan ia sudah bisa mencuci dan menyeterika sebelum usia 13 tahun.

Jangan sampai ketika pakaian yang ingin dikenakannya belum dicuci atau diseterika, anak malah marah. Itu adalah kewajiab mereka sendiri. Mulai sekarang biarkan anak mencuci pakaiannya sendiri di akhir pekan.

Laporan Ava Haprin

Jokowi Sapa Warga Banten di Kampanye Terbuka

Jangan Lewatkan