Anak Beranjak Remaja Butuh Tidur Lebih Lama, Ini Alasannya

Orangtua tentunya harus siap mendampingi dan mengerti kondisi trasisi ini.

Mutia Nugraheni
| 25 Maret 2018 17:32

Dream - Pertumbuhan fisik yang pesat akan dialami anak remaja. Terutama di usia antara 11 hingga 15 tahun. Dalam usia yang boleh dibilang berada dalam masa peralihan dari anak-anak ke dewasa ini, sederet perubahan signifikan akan dialami anak.

Orangtua tentunya harus siap mendampingi dan mengerti kondisi ini. Dokter Jenni K Dahlia, spesialis anak mengungkap kalau orangtua sebaiknya terlibat aktif dalam masa transisi anak ini.

" Penting untuk mengerti bagaimana dan apa yang terjadi selama transisi ini secara fisik, kognitif, dan sosial," ungkap dr. Jenni seperti dikutip dari IDAI.org.

Ia menjelaskan, berat badan dan tinggi anak akan berubah secara cepat. Pertumbuhan remaja laki-laki berbeda dengan remaja perempuan. Anak perempuan mengalami pacu tumbuh 2 tahun lebih awal daripada laki-laki.

Lalu yang haru diperhatikan adalah adanya perkembangan seks sekunder. Hormon pubertas akan diproduksi secara aktif dan hal ini akan memicu tumbuhnya rambut pubis, bulu di ketiak, lalu haid pertama pada anak perempuan serta perubahan suara pada remaja laki-laki.

" Pada anak perempuan, tanda pubertas pertama adalah pertumbuhan payudara, berupa penonjolan puting disertai pembesaran daerah areola dan terjadi pada umur sekitar 8-12 tahun. Haid pertama (menarche) terjadi pada stadium lanjut pubertas dan sangat bervariasi antar individu dan rata-rata terjadi pada umur 10,5-15,5 tahun," ujar dr. Jenni.

Pada anak laki-laki, pacu tumbuh tinggi badan dimulai sekitar 1 tahun setelah terjadi pembesaran testis, yaitu sejak dari umur 10,5-16 tahun atau 17,5 tahun. Tentunya ada dampak akibat perubahan ini.

" Remaja jadi sering tidur lebih lama, penelitian menunjukkan remaja membutuhkan tidur lebih lama, rata-rata sekitar 9,5 jam pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhannya yang begitu cepat. Sementara remaja perempuan sangat sensitif terhadap berat badannya. Keprihatinan ini timbul akibat kenaikan berat badan yang cepat," ungkap dr Jenni.

Ia menyarankan agar orangtua tidak melakukan kritikan soal kondisi fisik anak remaja, apalagi membandingkanya. Jangan melarang jika anak tidur lebih lama atau tidur siang di akhir pekan. Hal tersebut memang dibutuhkanya karena sedang dalam pertumbuhan.

" Anjurkan dan beri contoh kebiasaan makan sehat, juga melakukan latihan fisik agar anak remaja lebih nyaman dan percaya diri dengan perubahan tubuhnya," ungkap dr. Jenni.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Sumber: IDAI

Topik Terkait :

Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak

Jangan Lewatkan