5 'Mantra Ajaib' Penenang Anak Saat Mengamuk

Saat mengungkapkannya, tarik napas panjang dan pastikan emosi tidak tinggi.

Mutia Nugraheni
| 2 November 2017 14:03

Dream - Anak-anak seringkali tidak bisa mengontrol emosi mereka. Suatu saat mereka senang, dan tiba-tiba mereka bisa mendadak marah.

Bukan hanya menangis kencang, tapi juga memukul-mukul dan berguling-guling. Hal ini pun tak hanya dilakukannya saat di rumah tapi juga ketika berada di tempat umum.

Meredam amarah anak memang perlu dilakukan dengan perlahan dan dalam level emosi yang stabil. Kalau gegabah dan reaktif, bisa jadi emosi Anda ikut terpancing.

Cara ini bisa membantu Anda untuk menenangkan si kecil saat mengamuk. Ingat, saat mengungkapkannya, tarik napas panjang dan pastikan emosi tidak tinggi.

" Mama sayang kamu"
Sangat penting untuk mengucapkan kalimat ini berulang kali setiap anak Anda marah. Dengan begitu, mereka akan tahu bahwa sebesar apapun mereka mengamuk, Anda akan tetap
menyayanginya. Ulangi ketiga kata tersebut dengan tenang dan nada yang lembut, sehingga si kecil mau mendengarkan.

" Iya, mama tahu adik/kakak kesal"
Anak yang mengamuk seringkali tidak sadar bahwa mereka sedang marah. Dengan memberi tahu si kecil, ia akan terbangun dari aksi yang tidak disadarinya itu. Celah ini bisa Anda gunakan untuk memulai pembicaraan baik-baik dengan anak. Masalah pun akan lebih mudah diselesaikan dengan kepala dingin.

" Mama ada di sini kalau mengamuknya sudah selesai"
Penting untuk mengingatkan anak bahwa Anda tidak akan meninggalkannya. Anda pun butuh waktu untuk mendinginkan kepala. Gunakan kesempatan ini untuk berpikir jernih. Beritahu si
kecil kalau Anda akan duduk menunggunya sampai ia tenang. Anak akan menghabiskan sisa kemarahannya di saat Anda duduk mendinginkan kepala.

" Tidak apa-apa, nak"
Salah satu penyebab anak tidak bisa menghentikan amarahnya adalah karena mereka takut Anda akan marah kepadanya. Untuk itu, beritahu mereka bahwa Anda tidak marah dan
semuanya akan baik-baik saja. Anak akan merasa aman ketika Anda berbicara dengan nada yang lembut. Jangan membalas api dengan api, karena hanya membuat anak semakin takut dan marah.

" Marah boleh, tapi jangan memukul ya"
Anak tetap harus diberikan batas agar kemarahannya tidak membuat orang-orang di sekitarnya kesulitan. Ketika kemarahan memuncak, anak cenderung bermain fisik. Untuk itu, ingatkan
anak ia boleh melampiaskan emosi tapi tidak dengan memukul orang lain.

Laporan Annisa Mutiara

Sumber: Lemon Lime

 

Topik Terkait :

Terlahir Tuli, Anak Ray Sahetapy Lulus Cum Laude di New York

Jangan Lewatkan