3 Hal yang Harus Dihindari Orangtua Agar Anak Tak 'Tertular' Ketakutan

Bukan menenangkan, kita malah justru bisa membuat anak makin takut.

Mutia Nugraheni
| 15 Oktober 2020 16:03

Dream - Sebagai orang dewasa, kita sehari-hari harus berhadapan dengan kenyataan yang memicu rasa takut, khawatir dan cemas. Banyak hal bisa jadi pemicunya. Misalnya dari hal kecil, seperti serangga atau tikus, bisa juga ketakutan karena telat atau mungkin kondisi keuangan dan masa depan.

Sementara pada anak-anak mengartikulasikan kekhawatiran bisa lebih sulit dilakukan dan mereka bersandar pada dukungan orangtua. Sebagai orangtua kita mungkin bingung saat menghadapi anak yang sedang merasa cemas dan takut.

Bukan menenangkan, kita malah justru bisa membuat anak makin takut. Ada beberapa hal yang harus dihindari saat anak merasa cemas dan takut agar tak memperburuk keadaan. Apa saja?

1. Tak bisa mengatasi rasa takut sendiri
Psikolog dan penulis buku The Opposite of Worry, Dr. Lawrence Cohen menciptakan konsep yang dia sebut " ayam kedua" . Pada dasarnya, ini adalah gagasan bahwa ayam akan membeku ketika mereka melihat ayam lain membeku dalam ketakutan, dan mereka tidak dapat bersantai sampai ayam lain juga membeku. Dengan kata lain, anak-anak menangkap ketakutan dan kecemasan orangtua mereka.

“ Itu tidak berarti bahwa ayah ibu tidak diperbolehkan untuk merasa cemas atau khawatir. Ini lebih tentang mengakui pentingnya memahami ketakutan sendiri dan mengatasinya dengan cara yang dapat dilihat oleh anak-anak. Kita akan selalu jadi patokan bagi anak, termasuk dalam menghadapi rasa takut," kata Cohen.

Ketakutan dan kecemasan adalah bagian alami dari kehidupan. Tugas kita sebagai orangtua untuk mengajari anak-anak cara yang sehat untuk mengatasinya.

 

Selanjutnya :

2. Taktik yang rumit

IEL University Super Series 2021 | Universitas Ciputra - Road To IEL

Jangan Lewatkan