Jangan Biarkan Hati Suka Begadang, Efeknya Ternyata..

Proses tidur mungkin melibatkan struktur otak dan mempengaruhi pematangan otak.

Mutia Nugraheni
| 14 Februari 2017 14:00

Dream - Efek tidur bagi anak-anak bukan hanya sekedar untuk mengistirahatkan tubuhnya. Tak heran kalau banyak ahli kesehatan terutama doktar anak, menyarankan agar anak-anak sudah tidur pada pukul 21.00 WIB.

Tentunya hal tersebut bukan tanpa alasan. Sebuah penelitian yang dilakukan tim dari University Hospital of Zurich, Jerman, mengungkap kalau kurang tidur atau tidur terlalu larut bisa
merusak perkembangan otak buah hati.

Tim peneliti mencoba menganalisis efek kurang tidur pada 13 anak yang usianya berkisar 5 hingga 12 tahun. Diketahui, kondisi otak anak yang kurang tidur mengalami kerusakan di
beberapa bagian otak, bukan hanya pada area yang menyimpan memori.

Bahkan, hanya kurang tidur dalam semalam, kerusakan di area belakang otak sudah terlihat. Area tersebut bertanggung jawab untuk gerakan yang direncanakan, penalaran dan perhatian.

" Proses tidur melibatkan struktur otak dan mempengaruhi pematangan otak. Penelitian ini menunjukkan peningkatan kualitas tidur sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak
anak," kata Salome Kurth, salah satu peneliti, dikutip dari Parents.

Ia pun menyarankan untuk membuat jadwal tidur yang sama setiap hari untuk anak-anak balita. Hal ini untuk membuat jam tidurnya teratur dan anak akan mengantuk di jam tersebut.
Sehingga tak perlu lagi ada 'perang' jelang tidur bersama si kecil.

Lalu untuk anak-anak yang sudah sekolah terutama sekolah dasar (SD) pastikan di kamarnya tak ada distraksi seperti televisi atau gadget yang bisa mengurangi durasi dan kualitas
tidurnya.

Anak-anak sekolah sangat aktif di siang hari, bermain, sekolah dan les. Sehingga waktu tidur yang berkualitas sangat penting bagi mereka agar kembali fit keesokan harinya.

 

Jalan Terjal Kasus Jerinx, Kini Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara

Jangan Lewatkan