Wahai Para Pria, Ini Kebiasaan yang Merusak Kualitas Sperma

Bisa saja di usia muda kualitas sperma seorang pria menurun drastis. Apa pemicunya?

Mutia Nugraheni
| 21 Januari 2017 16:12

Dream - Perempuan, ketika umurnya menua cenderung tak bisa lagi menghasilkan ovum dan melahirkan keturunan. Tak seperti pria yang meski sudah berusia senja, tubuhnya tetap memproduksi sperma.

Kualitas sperma ini juga tak ditentukan oleh usia. Bisa saja di usia muda kualitas sperma seorang pria menurun drastis. Hal itu tentu saja akan menyulitkannya dalam memperoleh keturunan.

" Produksi sperma yang berkualitas sangat ditentukan gaya hidup. Sperma yang tak berkualitas ini bisa karena bentuknya yang tak normal, gerakannya yang tidak gesit atau hal lain yang bisa dilihat melalui pemeriksaan sperma," kata Armando Hernandez-Rey, MD, spesialis infertilitas dan endokrinologi, seperti dikutip dari Mens Fitness.

Menurutnya, ia banyak menemukan kasus infertilitas pada pria karena gaya hidup yang tidak sehat. Hernandez pun mengungkap apa saja kebiasaan buruk pria yang bisa merusak kualitas sperma secara signifikan.

1. Sering minum minuman beralkohol
" Alkohol adalah racun yang merupakan radikal bebas, tentunya dapat dengan mudah merusak sperma. Minum alkohol terus menerus dapat merusak liver, padahal fungsi liver ini adalah menyaring racun dalam tubuh, jadi ada alur yang berhubungan antara alkohol, liver dan kualitas sperma," kata Hernandez.

2. Perokok berat
Seperti juga alkohol, rokok mengandung racun dengan level yang sangat tinggi, salah satunya adalah karbon monokisida yang bisa merusak kualitas sperma. Merokok terus-menerus akan merusak pembuluh darah. Padahal testis membutuhkan aliran darah yang lancar untuk bisa bekerja dengan baik memproduksi sperma berkualitas.

3. Duduk lama
Testis berada di antara kaki. Ketika pria duduk terlalu lama, testis pun terperangkap dalam udara panas. Terutama jika duduk dengan posisi menyilangkan kaki. Udara panas, kaki yang menyilang ini bisa menghambat produksi sperma.

Untuk itu bagi Anda para pria yang pekerjaannya lebih banyak di belakang meja, luangkan waktu untuk beristirahat. Ganti posisi, dengan berdiri, melakukan peregangan dan pastikan area 'di bawah sana' tak terasa panas.

Perjuangan Ria Irawan, Pantang Menyerah Lawan Kanker

Jangan Lewatkan