Virus Covid-19 yang Bermutasi Lebih Rentan Menginfeksi Anak

Tim peneliti Inggris terus menyelidiki karakteristik mutasi virus yang baru.

Mutia Nugraheni
| 5 Januari 2021 10:02

Menularkan dan Bisa Jadi Berbahaya

Anak-anak di bawah 12 tahun memang tidak diwajibkan melakukan tes Covid-19 sebagai syarat perjalanan ke luar kota. Padahal, bukan tak mungkin si anak menjadi super spreader alias pihak yang dapat menyebarkan virus corona dengan cepat ke orang lain.

Dilansir Pandemic Talks, Ketua Satgas COVID-19, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Yogi Prawira, SpA(K) mengatakan, 1 dari 10 orang yang terinfeksi adalah anak atau orang di bawah 18 tahun.

Sebanyak 2 persen kasus COVID-19 anak di Indonesia mengalami gejala berat hingga kritis. Melengkapi penjelasan, dr. Reza Fahlevi, Sp. A., mengatakan tentang risiko anak untuk mengalami multisystem inflammatory syndrome in children (MISC) akibat infeksi virus corona.

“Jadi, virus corona yang menyerang anak bisa menyebabkan MISC. Artinya, multisistem atau keterlibatan peradangannya itu tak hanya pada pernapasan, tetapi pada organ lain juga. Mulai dari sistem saraf, menimbulkan kejang, gangguan kesadaran, dan lain-lain,” ujar dr Reza.

Risiko tertular akan sangat tinggi jika liburan membawa anak-anak. Selengkapnya baca di sini.

Selanjutnya :

Ribuan Anak Dites Covid-19, Ini Gejala yang Paling Sering Muncul

Dewi Perssik - Angga Wijaya | Christie SERIBU KALI CINTA THE SERIES Eps 9

Jangan Lewatkan