Tiru Trik Power Pumping ala dr. Reisa Demi ASI Lebih Banyak

Hal tersebut meningkatkan keluarnya hormon prolaktin dari kelenjar pituitary, sehingga meningkatkan produksi ASI.

Mutia
| 14 Mei 2018 18:06

Dream - Stok ASI perah (ASIP) untuk si kecil di rumah kian menipis, sementara ibu harus bekerja. Hal ini seringkali membuat panik. Demi mengatasi kepanikan tersebut, susu formula pun akhirnya dibeli dan diberikan.

Sebenarnya ketika stok ASIP menipis, jangan langsung mengandalkan susu formula. Terapkan dulu power pumping yaitu teknik yang 'meniru' frekuensi menyusui bayi saat growth spurt, di mana bayi menyusu lebih sering dan lebih lama.

Hal tersebut meningkatkan keluarnya hormon prolaktin dari kelenjar pituitary, sehingga meningkatkan produksi ASI. Teknik ini biasanya digunakan untuk meningkatkan produksi ASI pada saat ibu mulai menurun produksi ASInya.

Sebaiknya hal ini tidak dilakukan saat ibu sedang bekerja, karena frekuensinya terhitung sangat sering. Coba lakukan saat libur di rumah. Bukan hanya menyusui langsung tapi juga memompa ASI untuk stok.

Bagaimana caranya? Dokter Reisa Brotoasmoro memberikan triknya. Presenter yang juga dokter ini memang rutin memerah ASI, karena setelah melahirkan anak keduanya, ia mulai kembali aktif bekerja. Berikut panduannya

- Pompa ASI selama 20 menit, lalu istirahat 10 menit
- Pompa ASI 10 menit, istirahat 10 menit, pompa lagi 10 menit
- Pompa ASI selama 10 menit, lalu istirahat 10 menit dan begitu seterusnya
- Minimal satu jam setiap hari selama 3 hari berturut-turut
Letakkan pompa di dekat ibu, setiap lihat pompa, pompalah ASI 5-10 menit. Lakukan hal ini setiap 45 menit

Di luar sesi power pumping ini, tetap lakukan pumping seperti biasa, misalnya pompa 20 menit, tiap 3 jam. Menurut dr. Reisa hasil pada setiap orang akan bervariasi.

"Ada yang hanya dalam 3 hari, ada pula yang baru merasakan efek yang signifikan setelah 7 hari melakukan power pumping. Semoga berhasil yaa," ungkapnya.

Melihat Rumah Adat Suku Asli Halmahera Barat

Jangan Lewatkan