Testpack Positif Tak Jaminan Hamil, Simak Penjelasannya

Melakukan konsultasi dan pemeriksaan USG adalah langkah tepat untuk mengetahui kondisi kehamilan.

Mutia Nugraheni
| 28 Agustus 2017 14:09

Dream - Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan dan menginginkan buah hati, telat datang bulan disertai hasil test pack postif tentu jadi hal yang sangat ditunggu-tunggu. Memang, dengan alat praktis tersebut, hamil atau tidak bisa diketahui dalam hitungan detik saja.

Tapi ternyata hasil test pack tak bisa dijadikan acuan. Ibu tetap harus berkonsultasi dengan dokter kandungan dan melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Pasalnya, test pack positif belum tentu hamil bayi.

" Ada beberapa penyakit saat kehamilan yang mungkin didapat oleh seorang wanita bila dia mendapatkan test pack positif, salah satunya adalah mola pregnancy atau kehamilan mola.
Sebenarnya apa sih kehamilan mola? Penyakit ini disebut juga kehamilan anggur karena memang bentuknya mirip anggur," ungkap dr Kartika Hapsari SpOG.

Dokter Kartika menjelaskan, kehamilan anggur terjadi karena proses pembuahan yang tidak sempurna antara sperma dan sel telur, sehingga bukan bayi yang terbentuk. Ada tanda-tanda yang biasanya muncul, yaitu biasanya ibu akan mengalami pendarahan dan rahim yang membesar tidak sesuai dengan usia kehamilannya.

" Untuk mengetahuinya kondisi kehamilan ini dapat didiagnosa dengan USG terutama trimester 1 atau 3 bulan pertama kehamilan," ujar dr. Kartika.

Penyebab kehamilan mola ini sampau saat ini belum diketahui secara spesifik. Dari beberapa teori, menurut penjelasan dr. Kartika, kehamilan anggur salah satunya bisa terjadi karena kurangnya asupan nutrisi, seperti asam fola. Lalu, saat ibu hamil di usia kurang dari 20 tahun atau di atas 40 tahun.

Pengobatannya sendiri harus dikonsultasikan dengan dokter kandungan. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lebih detail untuk mengetahui kondisi ibu.

" Pengobatan pada mola adalah melakukan evakuasi mola atau kuretase, dan yang paling penting adalah melakukan pengecekan kadar titer hormon BHCG dalam darah. Oleh karena itu biasanya setelah mengalami kehamilan mola pasien tidak disarankan hamil kembali selama 1 thn untuk dilakukan pengecakan berkala titer hormon BHCG untuk mengetahui apakah kehamilan molanya tidak bersifat keganasan atau kanker,"

Jadi, dokter Kartika sangat menyarankan untuk segera melakukan pemeriksaan USG pada awal-awal kehamilan. Hal ini untuk mengetahui kondisi kehamilan dan janin secara sepesifik.
Selengkapnya baca di sini.

Sumber: dr. Kartika Hapsari SpOG

 

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone

Jangan Lewatkan