Tertular Covid-19, Ibu Hamil 22 Kali Lebih Mungkin Meninggal Dunia

Para ibu hamil di AS, direkomendasikan untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Mutia Nugraheni
| 3 Mei 2021 12:03

Dream - Ibu hamil di Amerika Serikat saat ini termasuk golongan yang diprioritaskan untuk mendapat vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Pfizer dan Moderna. Kebijakan ini juga diterapkan di Kanada.

Penelitian yang dilakukan menunjukkan kalau dua vaksin tersebut tak terbukti berbahaya bagi ibu hamil. Fakta lainnya yang juga mendukung kebijakan tersebut adalah enurut sebuah studi internasional yang dipimpin oleh UW Medicine dan dokter di Universitas Oxford, orang yang terkena COVID-19 saat hamil memiliki kemungkinan 22 kali lebih besar untuk meninggal dunia dibandingkan mereka yang sedang hamil dan tidak tertular COVID-19.

Risiko lainnya yang mungkin muncul adalah, ibu hamil yang tertular Covid-19 lebih mungkin melahirkan bayi prematur, mengalami preeklamsia, menjalani intubasi, dan masuk ICU. Kondisi tersebut diperparah jika ibu hamil menglami obesitas, menderita hipertensi atau diabetes. Jika bayi tersebut lahir dari ibu yang terinfeksi, 11% di antaranya dinyatakan positif COVID-19.

Studi ini dilakukan pada 2.130 wanita hamil di 18 negara yang didiagnosis dengan Covid-19 dan menunjukkan bahwa tertular Covid-19 saat hamil memiliki hubungan yang konsisten dengan hasil kesehatan yang lebih buruk. Termasuk peningkatan substansial dalam morbiditas ibu, kematian, dan komplikasi neonatal.

" Hal pertama yang diambil dari penelitian ini adalah bahwa ibu hamil tidak lebih mungkin tertular COVID-19, tetapi jika mereka mendapatkannya, mereka lebih cenderung menjadi sangat sakit dan lebih mungkin membutuhkan perawatan ICU, ventilator, atau mengalami kelahiran prematur dan preeklamsia," kata dr. Michael Gravett, peneliti utama studi tersebut kepada The Seattle Times.

Informasi tersebut menyoroti perlunya langkah-langkah pencegahan Covid-19 yang ketat yang harus diikuti di setiap fase dalam kehamilan. Penelitian yang menunjukkan bahwa vaksin Pfizer dan Moderna aman untuk ibu hamil, perlu ditindaklanjuti secara aktif.

Analisis awal dari penelitian terhadap 35.000 orang hamil yang menerima salah satu dosis sesaat sebelum, atau selama, kehamilan, mengungkapkan bahwa vaksin tidak menimbulkan risiko serius bagi individu tersebut. Saat ini, pusat pengendalian penyakit AS (CDC) telah menyatakan bahwa ibu hamil harus mendapatkan vaksin tersebut.

Sumber: Fatherly

Selanjutnya :

CDC Rekomendasikan Ibu Hamil untuk Divaksin Covid-19

Insightful & Motivation Session with Thafanya

Jangan Lewatkan