Terlalu Banyak Video Conference Call Ternyata Bikin Anak 'Sengsara'

Kondisi jenuh, banyak tugas dan tak bisa bersosialiasi dengan teman-teman, membuat anak jadi sangat sedih.

Mutia Nugraheni
| 17 Mei 2020 10:20

Dream - Kondisi pandemi saat ini memang sangat menyiksa bagi semua orang, terutama bagi anak-anak. Buah hati yang biasanya main di luar rumah, bergerombol di taman bermain dengan teman-temannya, kini hanya bermain di rumah saja.

Sekolah pun demikian, dilakukan secara online dengan mengandalkan conference call dan atau video call. Awalnya, bagi anak-anak belajar secara online melalui video memang terasa menyenangkan. Tapi lama-kelamaan mereka akan merasa tersiksa.

Bukan hanya bagi anak, tapi juga orang dewasa yang melakukannya secara terus-menerus. Kondisi jenuh, banyak tugas dan tak bisa bersosialiasi dengan teman-teman, membuat anak jadi sangat sedih.

" Mereka mungkin tak mengungkapkannya. Melakukan video conference sampai terasa melelahkan. Hanya melihat wajah, tidak bersentuhan, bermain bersama, lama-kelamaan jadi hal yang tidak menyenangkan tapi harus dilakukan," kata Lee Scott, seorang pakar pendidikan anak, dikutip dari Huffingtonpost.

 

Selanjutnya :

Pahami Emosi Anak

PSBB Jakarta Ditambah Sampai 4 Juni, Anies Baswedan- Bisa Jadi yang Terakhir

Jangan Lewatkan