Tak Perlu Tunggu ASI Berlimpah untuk Menyusui

Sebisa mungkin, ibu yang baru melahirkan melakukan inisiasi menyusui dini (IMD).

Mutia
| 4 Desember 2018 10:13

Dream - Proses awal menyusui bagi sebagian besar ibu tidaklah mudah. Mengalami rasa sakit seperti disilet, berdarah, hingga kadang disertai bengkak dan demam.

Belum lagi air susu yang keluar sangat sedikit. Kondisi tersebut membuat banyak ibu menyerah untuk menyusui.

Sebenarnya, kondisi ASI yang sedikit bukan berarti ibu 'gagal' menyusui. Justru ibu harus memperbanyak melakukan kontak kulit dan 'melatih' si kecil untuk mengisap.

" Kalau bayi yang lahir cukup bulan, cadangan (makanan) masih banyak. Namun, pada bayi lahir cukup bulan jangan mentang-mentang enggak apa-apa, terus enggak usah diberikan ASI," kata dokter spesialis anak RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, Rinawati Rohsiswatmo, beberapa waktu lalu.

Sebisa mungkin, kata Rina, ibu yang baru melahirkan melakukan inisiasi menyusui dini (IMD). Ini merupakan langkah yang sangat baik untuk memudahkan bayi dan ibu dalam memulai proses menyusui.

" Tempelin aja, enggak apa-apa. Masa setetes ASI enggak ada. Ibu tidak perlu nunggu ASI banjir baru nyusuin," saran wanita yang mendalami bidang neonatologi ini.

Bila di awal kehadiran bayi ini ibu rajin menempelkan bibir bayi ke area puting, bayi akan mengisap-isap. Aktivitas ini selain mendekatkan hubungan ibu dan anak, juga merangsang produksi ASI yang lebih banyak.

Selanjutnya :

Langkah-langkah IMD yang Penting Diketahui

Daftar Orang Terkaya di Indonesia 2018

Jangan Lewatkan