Susu Kental Manis Bukan untuk Balita, Simak Penjelasan IDAI

Susu kental manis memiliki kadar protein rendah dan kadar gula yang tinggi.

Mutia Nugraheni
| 4 Juli 2018 12:07

Dream - Saat ini sedang ramai aturan yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait harus dihilangkannya tulisan 'susu' di label produk susu kental manis (SKM). Hal ini lantaran dalam produk tersebut kandungan susunya sangat rendah dan didominasi oleh kandungan gula yang mencapai 70 persen.

Demi mencegah salah kaprah, akhirnya BPOM memutuskan untuk meminta produsen menghilangkan tulisan 'susu' dalam produk SKM yang diproduksi. Sebenarnya Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sudah sejak lama tak memperbolehkan pemberian SKM pada anak di bawah usia balita untuk pemenuhan gizi.

Dikutip dari situs IDAI.org, perlu ketahui pada anak usia di bawah 1 tahun susu yang dianjurkan adalah Air Susu Ibu (ASI). Apabila ASI tidak dapat diberikan, pilihan susu yang dapat diberikan adalah ASI donor yang telah terjamin higienis dan keamanannya.

Jika Ayah Bunda tidak mendapatkan ASI donor, maka pilihan selanjutnya adalah susu formula untuk bayi dan anak. Susu formula merupakan susu sapi yang telah dimodifikasi
Selanjutnya bagaimana penggunaan susu kental manis pada anak usia diatas 1 tahun?

Susu kental manis (SKM) adalah susu yang dibuat dengan melalui proses evaporasi atau penguapan dan umumnya memiliki kandungan protein yang rendah. Selain diuapkan, susu kental manis juga diberikan added sugar (gula tambahan).

" Hal ini menyebabkan susu kental manis memiliki kadar protein rendah dan kadar gula yang tinggi. Kadar gula tambahan pada makanan untuk anak yang direkomendasikan oleh WHO tahun 2015 adalah kurang dari 10% total kebutuhan kalori," tulis dr. Bagus Budi, seperti dikutip dari IDAI.org

Susu kental manis sebaiknya tidak dikonsumsi oleh balita. Orangtua harus pintar memilah dan harus terlebih dahulu melihat kandungan nutrisi setiap porsinya.

Susu kental manis tidak boleh diberikan pada bayi dan anak, karena memiliki kadar gula yang tinggi, dan kadar protein yang rendah. Pemberian susu yang direkomendasikan untuk bayi adalah ASI atau ASI donor yang telah terbukti aman atau susu formula bayi.

Selengkapnya baca di sini.

Raffi Ahmad & Nagita Slavina | Christie SERIBU KALI CINTA THE SERIES Eps 4

Jangan Lewatkan