Sudah Vaksin Tapi Bisa Kena Difteri? Cek Buku Vaksin

Imunisasi difteri bisa dikatakan lengkap apabila...

Mutia Nugraheni
| 18 Desember 2017 10:03

Dream - Mewabahnya kembali penyakit difteri di Indonesia salah satu pemicunya adalah program vaksinasi yang tak berjalan optimal. Vaksin difteri (DPT/ difteri, pertusis dan tetanus) sebenarnya merupakan program vaksin wajib yang diberikan pada bayi mulai usia 2 bulan dan kembali diberikan pada usia 10-12 tahun.

Vaksin bisa bekerja optimal jika pemberiannya sesuai jadwal dan dilakukan secara lengkap. Hal ini dijelaskan oleh Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K) dari Satgas Imunisasi IDAI.

" Saya baca di media, ternyata sebagian anak yang sakit difteri dan dirawat di RS lengkap imunisasinya. Lalu apa gunanya imunisasi lengkap? Toh masih bisa sakit juga! Mari kita samakan dulu pemahaman apa definisi imunisasi difteri lengkap?," tulis dr. Soedjatmiko.

Imunisasi difteri bisa dikatakan lengkap apabila:
- Usia satu tahun, sudah dapat vaksin DPT atau DPaT 3x (tiga kali). Karena imunisasi DPT/DPaT combo dengan Hib dan/atau Hepatitis B dan polio diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan
(atau 2, 4, dan 6 bulan).
- Usia 18-24 bulan, sudah dapat vaksin DPT/DPaT kombo 4x (empat kali), vaksinasi dosis ke-4 diberikan pada usia 18 bulan.
- Mendapatkan dosis DPT atau DT ke-5 di usia 5 tahun (4 - 6 tahun). Atau bila tidak mendapatkannya di praktik dokter mandiri/RS, maka dapat imunisasi DT ke-5 ini saat BIAS (bulan
imunisasi anak sekolah) di kelas 1-2 SD.
- Mendapatkan dosis Td (tetanus dan difteri) ke-6 di usia 10-12 tahun.

" Jadi ketika orangtua membawa anaknya dengan kecurigaan sakit difteri di usia 2 tahun, tetapi ketika ditanyakan apakah sudah lengkap imunisasinya ia menjawab sudah, padahal
kenyataannya baru dapat 3 dosis sebelum berusia 1 tahun, maka artinya tidak lengkap status imunisasinya Karena belum dapat dosis ke-4," ungkap dr. Soedjatmiko.

Periksa kembali buku vaksin si kecil. Lihat daftar vaksin yang belum dilakukan dan dilengkapi. Jika ada yang kurang segera ke puskesmas/ RS terdekat untuk mendapatkan vaksin. Apabila
diketahu ada vaksin yang belum didapat, segera konsultasi.

" Imunisasi yang tidak lengkap ini berisiko membuat anak tetap sakit, seiring menurunnya kekebalan tubuh yang diciptakan oleh vaksin. Itulah mengapa ada yang namanya dosis
pengulangan atau booster pada imunisasi," ungkap dr. Soedjatmiko.

Sebagai panduan, berikut jadwal vaksin anak usia 0 hingga 18 tahun yang direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Segera lengkapi vaksin yang belum didapatkan si kecil.

 Jadwal vaksin 2017

Insightful & Motivation Session with Thafanya

Jangan Lewatkan